Generasi Muda Masih Minat

3
SEPI. Pedagang di sentra kerajinan Kecamatan Rajapolah mengeluhkan sepi pembeli yang berdampak menurunnya pendapatan Selasa (25/9).

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

GENERASI muda di wilayah Kecamatan Rajapolah masih memiliki minat menggeluti dunia kerajinan. Akan tetapi, kemampuannya sangat terbatas. Karena hanya belajar secara autodidak.

Mereka hanya mempelajari menganyam dengan melihat orang tua dan sekelilingnya yang masih dominan menjadi perajin. “Sebenarnya saya minat menjadi perajin. Karena ingin mengenalkan ke daerah lain di samping mendapatkan penghasilan,” terang Rohimal (20), warga Desa Rajapolah kepada Radar, Selasa (25/9).

Walaupun punya minat, Rohimal mengaku belum pernah membuat kerajinan apa pun. Tapi ingin berlatih membuatnya. “Saya ingin berlatih, tapi bingung berlatihnya di mana. Ya sekarang hanya melihat kerabat yang membuat kerajinan saja, tidak berlatih khusus,” katanya. Menurutnya bagus apabila ada pelatihan khusus di Kecamatan Rajapolah yang ditujukan bagi generasi muda untuk menjadi perajin.

Hikman Bahtiar (18) yang tinggal di Desa Sukahurip Kecamatan Rajapolah mengaku tertarik menggeluti dunia kerajinan. Terlebih ingin tetap melestarikan budaya yang sudah ada sejak dulu. “Kalau kerajinan dianggap tidak menguntungkan rasanya salah. Karena banyak juga perajin-perajin besar yang sukses. Jadi menurut saya soal penghasilan itu tinggal kita tekun dan ulet dalam bidang tersebut,” terangnya.

Proses membuat kerajinan tidak mudah, Hikman menilai harus ada keseriusan dan kemampuan khusus dalam menggelutinya. Maka dibutuhkan pelatihan supaya generasi muda yang minat bisa memahami tata caranya. “Kalau saya melihat cukup susah-susah gampang membuat kerajinan ini,” bebernya.

Hendra (18), warga Desa Rajapolah ini ingin memperkenalkan kerajinan hingga ke luar negeri. Dia mengaku pernah membuat kerajinan berupa kalung yang dihiasi pernak-pernik. “Saya ingin berlatih membuat kerajinan lain yang bisa dijual ke berbagai daerah bahkan hingga luar negeri,” terangnya.

Pedagang di sentra kerajinan Rajapolah Dede Kamialin mengatakan kondisi kerajinan dari segi pemasarannya masih belum stabil. Penjualannya sepi. Dampaknya pendapatan mengalami penurunan, bahkan dalam satu hari bisa tanpa pembeli satu pun.

“Kalau sedang bagus biasa dapat Rp 500 ribu per hari,” bebernya. Sepinya pembeli, kata dia, disebabkan berbagai dampak seperti tingginya bahan baku kerajinan. Akibatnya barang kerajinan pun mengalami kenaikan, walaupun tak signifikan. (dik)

loading...