Genjot Parkir dari Off The Road

61
0

BANJAR – Dosen Rekayasa Transportasi Jurusan Teknik Sipil Sekolah Tinggi Ilmu Tekhnik (STIT) Bina Putera Kota Banjar Dadi Mulyadi menyarankan Pemerintah Kota Banjar mengevaluasi kembali teknis penarikan retribusi parkir. Terutama pada sektor of the road atau lokasi parkir yang dimiliki oleh perusahaan.

“Retribusi dari parkir of the road perlu ditarik dan masuk ke kas daerah untuk meningkatkan pendapatan retribusi parkir kita. Itu ada di dalam Perda Retribusinya,” kata Dadi di kantor Bidang Pendapatan Kota Banjar Rabu (20/2).

Menurut dia, parkir of the road itu seperti parkir di perbankan dengan lahan milik merek sendiri. Itu harusnya ada pemasukan untuk daerah, bukan hanya dari parkir on the road saja.

Lebih lanjut, kata dia, Dinas Perhubungan harus proaktif menjemput potensi yang belum tergali itu. “Contoh jika Bank BRI atau BNI ada sepuluh sepeda motor, kemudian ditarik retribusi Rp 1.000 per unit, maka jika dikali dalam satu bulan sekitar Rp 300 ribu. Itu estimasi jumlah sepeda motor per hari sebanyak 10 unit,” kata Dadi.

Ia kembali menegaskan Perda Retribusi yang sudah dibuat harus lebih dipertajam di lapangan.

“Pendapatan parkir Kota Banjar tahun 2018 itu hampir Rp 1 miliar. Itu masih bisa ditingkatkan nilainya jika sektor of the road bisa dijalankan,” ujarnya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.