Genjot Percepatan Menanam Padi

228
0
Loading...

BANJAR – Menghindari gagal panen akibat musim kemarau, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjar menggenjot petani memulai bercocok tanam padi usai masa panen selesai. Diharapkan pada masa tanam bulan April, sebanyak 3.311 hektare lahan sudah tertanam padi.

“Kita menggenjot program percepatan tanam padi untuk menghindari keterlambatan dan kegagalan panen di musim kemarau,” kata Kepala Seksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjar Dede Kuswandi via telepon Minggu (22/4).

Menurut dia, masa tanam padi berkisar pada Oktober-Maret (Omat) dan April-September (Asep) tiap tahunnya. Sementara panen pada terjadi pada bulan Februari-Maret.

“Percepatan ini juga supaya terjadwal masa tanam dan masa panennya,” kata dia.

Ia menambahkan pada panen padi Maret tahun ini, produksi padi lokal meningkat.

“Datanya ada di kantor, tapi yang pasti produksi tahun ini meningkat. Panen padi petani melimpah,” katanya.

Meski demikian, pemerintah perlu memberikan perhatian lebih terhadap konsistensi luas lahan pertanian di Kota Banjar. Jangan sampai alih fungsi lahan terus terjadi. Menurut Dede, lahan pertanian yang awalnya 3.318 hektare, tahun ini berkurang, menjadi 3.311 hektare.

loading...

“Penyebabnya alih fungsi lahan. Banyak lahan pesawahan yang menjadi bangunan atau dibuat rumah dan bangunan lainnya,” ujarnya.

Banyak juga petani yang terdesak ekonomi kemudian menjual lahan pertaniannya kepada para pengusaha untuk dijadikan lokasi perusahaan. Hal itu yang harus diwaspadai pemerintah. (cep)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.