Gerakan Kampung Koperasi Tumbuhkan Ekonomi Warga Garut di Saat Pandemi

36
0
Nuroddhin Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Garut
Loading...

GARUT KOTA – Pemerintah Kabupaten Garut terus berupaya menumbuhkan perekonomian masyarakat di tengan pandemi Covid-19. Salah satu upaya yang dilakukan yakni mencanangkan program gerakan kampung koperasi yang dilakukan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

“Kita ingin membangun sinergitas antara masyarakat yang ada di lingkungan tersebut dengan gerakan koperasi yang ada di ling­kungannya,” kata Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Garut Nuroddhin, Sabtu (5/12).

Ia menuturkan program kampung koperasi sebagai inovasi dan upaya membangun sinergitas di masyarakat. Peran koperasi itu, kata dia, manfaatnya tidak lagi dirasakan anggotanya, tetapi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah itu.

“Jadi bagaimana keadaan koperasi itu bisa dirasakan oleh masyarakat di sekitarnya, bukan hanya anggota koperasinya saja,” katanya.

Ia menyampaikan tim dari dinas sudah menyosialisasikan program manfaat dari koperasi itu kepada masyarakat di Kecamatan Karangpawitan.

Loading...

Baca juga : INNALILLAHI.. 2.080 Warga Garut Positif Covid-19

Selain itu, pihaknya berupaya menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mau bergabung dan ikut mengembangkan koperasi di daerahnya.

“Aktivitas koperasi ini bisa membuat masyarakat tergerak untuk ikut serta dalam kegiatan koperasi, dan kemudian tumbuh rasa keinginan mereka untuk bergabung dengan koperasi dan mengembangkan koperasi,” katanya.

Ia menambahkan program kampung koperasi saat ini baru dibentuk di dua kecamatan yakni Kecamatan Karangpawitan dan Cibatu, rencananya akan dikembangkan di daerah lain.

Selain mencangankan kampung koperasi, Dinas Koperasi dan UKM juga akan memberikan bantuan terhadap pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang sebelumnya tidak mendapatkan progam bantuan bagi pelaku usaha mikro (BPUM) dari Kementerian Koperasi dan UKM.

“Bantuan yang diberikan bagi mereka yang tidak menerima bantuan BPUM bisa mendaftarkan diri di program DID (dana insentif daerah),” terangnya.

Ia menuturkan pemerintah pusat, provinsi maupun Kabupaten Garut terus berupaya membangkitkan perekonomian UMKM agar tetap berjalan meski dilanda pandemi Covid-19. Upaya yang dilakukan pemerintah, kata dia, salah satunya dengan menyiapkan anggaran dari DID Pemkab Garut untuk membantu usaha bagi pelaku UMKM dengan besaran dana Rp 1 juta per orang.

“Bantuan itu mulai bulan Desember ini yang akan diberikan kepada dua ribu usaha mikro,” katanya. Ia menyampaikan bantuan yang diberikan kepada pelaku usaha itu upaya mendorong kembali UMKM yang selama ini terdampak pandemi Covid-19.

Menurut dia, wabah itu telah menyebabkan sejumlah pelaku usaha menurun pendapatannya, bahkan ada yang sampai usahanya tutup.

“Pandemi ini sangat berdampak bagi UMKM, di mana di masa pandemi ini banyak usaha mikro yang berakhir gulung tikar, makanya ini menjadi perhatian pemerintah,” terangnya.

Ia berharap adanya bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM melalui program BPUM dan dari Pemkab Garut dapat meng­geliatkan kembali kegiatan usaha ma­syarakat. Selain mem­berikan bantuan mo­dal, pihaknya me­lakukan pem­binaan untuk para pelaku usaha mikro seperti pelatihan pe­nge­masan produk maupun sertifikat halal. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.