Gerakan Sejuta Santri dan Mahasiswa

133
0
RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA BIMTEK. Ketua Bawaslu Jabar Drs Harminus Koto memberi pembinaan kepada anggota Panwascam se-Tasikmalaya kemarin.

CIHIDEUNG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat menyiapkan gerakan sejuta santri dan mahasiswa untuk mengawasi Pilgub Jabar 2018. Hal ini sebagai upaya meminimalisir potensi pelanggaran pemilu.
Ketua Bawaslu Jabar Drs Harminus Koto MIKom mengatakan keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu sangat diperlukan.
“Sebelumnya kan kita sudah lakukan gerakan itu melalui pramuka. Selanjutnya mahasiswa dan santri,” ungkapnya usai menghadiri Bimbingan Teknis Panwascam se-Kabupaten Tasikmalaya di Hotel Horison Kota Tasikmalaya kemarin (25/11)..
Dia menjelaskan Bawaslu akan melakukan kerjasama dengan universitas dan pondok pesantren di Jawa Barat untuk merealisasikan gerakan tersebut.
Gerakan sejuta santri dan mahasiswa tidak terpatok pada jumlahnya yang satu juta.
“Bukan satu juta, sejuta itu berarti jamak karena banyak,” terangnya.
Kalangan mahasiswa dan santri menjadi sasaran untuk diajak kerja sama karena dinilai merupakan pemilih potensial. Sehingga bisa berefek pada meningkatnya partisipasi pemilih.
“Kami ingin masyarakat khususnya di kalangan ini tidak hanya menjadi penonton, tapi juga sebagai pelaku,” katanya.
Semakin banyak yang dilibatkan dalam pengawasan pemilu, lanjutnya, pe­lang­garan seperti politik uang, kampanye hitam dan lainnya bisa lebih diminimalisir. Terutama penyebaran hoax di masa pemilu. Baik melalui media sosial maupun dari mulut ke mulut.
“Ketika ada temuan, langsung lapor ke Panwas yang punya kewenangan,” pintanya.
Harminus juga menyinggung soal kesiapan para pemilih pemula dalam kepemilikan e-KTP yang masih belum menyeluruh. Padahal sebelum­nya setiap pemerintah daerah sudah ditekankan untuk bisa menuntaskan permasalahan tersebut. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.