Gerbang SDN Mekarwangi Digembok

308
0
istimewa TAK BISA MASUK. Ratusan Siswa SDN Mekarwangi Kelurahan Leuwiliang Kecamatan Kawalu tidak bisa mengikuti belajar mengajar karena gerbang sekolah digembok, Selasa (2/1).

Ratusan Siswa Tak Bisa Sekolah

RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA
MUSYAWARAH. Danramil Kawalu Mayor Inf Tatang Basujata (dua kiri) memimpin musyawarah antara ahli waris dengan pihak sekolah terkait sengketa lahan SD Mekarwangi, Selasa (2/1).

KAWALU – Gerbang Sekolah Dasar Negeri(SDN) Mekarwangi Kelurahan Leuwiliang Kecamatan Kawalu digembok,karena status sebagian lahannya masih sengketa. Akibatnya ratusan siswa tidak bisa masuk sekolah untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar, Selasa (2/1).
Hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang. Siswa SDN Mekarwangi mendapati gerbang sekolahnya dalam kondisi terkunci dengan gembok. Hal itu memancing reaksi para guru dan siswa melakukan aksi di depan sekolah. Sebagai upaya penyelesaian, unsur Muspika Kecamatan Kawalu pun melakukan musyawarah untuk mencari titik tengah dalam kasus sengketa itu.
Kuasa ahli waris, Sulaeman (64) menyebutkan tahun 1985 pemilik tanah atas nama Unah mewakafkan 50 bata tanah miliknya untuk pembangunan relokasi sekolah akibat letusan Gunung Galunggung. Itu dilakukan sebagaimana permintaan dari kepala desa karena ketidak adaannya lahan. Dengan konsekuensi salah satu anaknya yang bernama Ade Heni menjadi pegawai di sekolah tersebut.
Kata Sulaeman, syarat itu pun diterima pihak sekolah dengan menjadikan Ade Heni sebagai penjaga sekolah dan sudah pensiun beberapa waktu lalu.
Dalam perjalanan sekolah yang terus berkembang, tanah seluas 50 bata dirasa tidak cukup. Kemudian pihak sekolah melalui kepala desa meminta kepada Unah untuk memberi lahan tambahan sekitar 80 bata.
“Jadi yang dihibahkan itu hanya 50 bata, sisanya (lahan tambahan 80 bata, Red) jual beli,” tuturnya.
Jelas Sulaeman, pada jual beli itu memang tidak ada perjanjian hitam di atas putih berupa berkas pembayaran yang dilakukan. Hanya sampai saat ini pembayaran yang dijanjikan akan dicicil oleh sekolah dan masyarakat belum tuntas.
Kemudian ahli waris mencoba meminta pihak sekolah membayar sisa cicilan namun belum juga terealisasi sampai saat ini. Merasa kehilangan cara lagi, pihaknya pun menggembok gerbang sekolah di tanah yang masih sengketa ini.
Kepala SDN Mekarwangi Erlan mengakui bahwa ada permasalahan pembayaran cicilan di lembaga pendidikan yang dia pimpin. Namun sampai saat ini belum diketahui berapa jumlah dana yang harus dibayar karena jual beli tersebut dilakukan lebih dari 30 tahun lalu. “Orang dulu kan hanya pakai lisan, jadi tidak ada kejelasan,” tuturnya.
Mediasi yang dipimpin oleh Danramil Kawalu Mayor Inf Tatang Basujata belum sepenuhnya menghasilkan solusi. Perkara ini akan kembali dimusyawarahkan dengan koordinasi bersama pihak terkait. Supaya bisa mengetahui angka yang harus dibayar oleh negara kepada ahli waris. Namun sementara ini diharapkan tidak ada lagi penggembokan gerbang supaya anak tetap bisa sekolah. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.