Gerindra Lobi PPP, Sinyal Masuk Koalisi

11
Prabowo Subianto & SUharso Monoarfa

JAKARTA – Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa bertemu dengan Ketum DPP Gerindra Prabowo Subianto, Kamis (15/8). Keduanya berjumpa di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pertemuan itu disinyalir sebagai langkah politik Gerindra bergabung bersama koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin.

Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan pertemuan antara Prabowo dan Suharso hanya pertemuan biasa. “Pertemuan biasa silaturahim pasca-pilpres. Komunikasi biasa dalam rangka silaturahmi. Tujuannya, tentu menghadirkan keguyuban nasional, hal-hal seperti itulah,” ujar Dahnil kepada wartawan di Jakarta, Kamis (15/8).

Menurutnya, pertemuan itu belum bisa diartikan sebagai sinyal positif PPP untuk Gerindra bisa masuk koalisi pemerintah. Yang jelas, lanjut Dahnil, Prabowo adalah sosok yang terbuka untuk menerima siapa pun. “Saya pikir satu hal yang wajar ya jangan ditafsirkan lebih jauh. Karena memang pertemuan tokoh politik. Ini hal yang biasa saja. Pak Prabowo terbuka dengan siapa saja untuk berkomunikasi,” paparnya.

Prinsipnya, Prabowo memiliki semangat untuk memberikan kontribusi kebaikan kepada bangsa dan negara. Tak peduli di luar atau di dalam pemerintahan, Prabowo akan melakukan hal itu. “Yang jelas komitmen Pak Prabowo memastikan apabila berada di dalam pemerintahan, maka pemerintah harus konsisten pada ekonomi pembangunan yang ideologinya adalah konstitusi pasal 33. Begitu juga apabila di luar pemerintahan,” tutupnya.

Sementara itu, Sekjen DPP PPP Arsul Sani mengatakan pertemuan antara Suharso Monoarfa dengan Prabowo Subianto, sudah disepakati sejak Kongres PDIP pekan lalu. “Ketika bertemu di Kongres ke-V PDIP kami sepakati untuk silaturahmi,” jelas Arsul.

Dia mengatakan pertemuan kedua pimpinan parpol itu hanya silaturahmi saja. Karena sejak pendaftaran pasangan capres-cawapres belum bertemu. “Karena sejak pendaftaran pasangan capres-cawapres di Pemilu 2019, keduanya belum pernah bertemu dan berdiskusi hal-hal yang menyangkut masa depan bangsa serta negara,” imbuhnya. Arsul memastikan bahwa pertemuan itu tidak membahas terkait koalisi pemerintahan.

Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan pertemuan ini menyambung komunikasi politik dan persahabatan. “Kita banyak sependapat menghadapi bangsa Indonesia ke depan. Saya memberikan pemikiran-pemikiran di bidang ekonomi dan berkelanjutan,” ujar Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Suharso mengaku dirinya berteman dengan Prabowo sejak 2008. Sehingga tidak asing ketika berkunjung ke kediaman Prabowo. Menurut dia, kunjungannya itu dalam upaya menyambung kembali silaturahmi dengan Prabowo dan Partai Gerindra. “Kami diskusi bagaimana Indonesia ke depan. Kita sama-sama punya kesepakatan tentang NKRI. Kami juga mendiskusikan mengenai kondisi hari ini dan yang akan datang. Khususnya perkembangan perekonomian ke depan,” terang Suharso.

Dia mengatakan pertemuan tersebut juga hanya membicarakan kondisi politik Indonesia saat ini. Keduanya sepakat menjaga stabilitas agar masyarakat hidup tenang.

Terpisah, pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komaruddin menilai pertemuan Ketum PPP Suharso Monoarfa dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto bisa menjadi sinyal bergabungnya Gerindra ke pemerintahan. “Sinyal bergabungnya Gerindra ke pemerintah memang besar. Tapi itu bergantung pada Prabowo dan kader Gerindra,” terang Ujang kepada Fajar Indonesia Network (FIN), di Jakarta, Kamis (15/8).

Menurut Ujang, PPP sudah ada di pemerintahan Jokowi. Tinggal Gerindra yang bisa saja bergeser menjadi partai pendukung pemerintahan nanti.

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dan Sugiono, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI Edhy Prabowo, Sekjen DPP PPP Arsul Sani, Wakil Ketua Umum DPP PPP Mardiono. (yah/fin/rh)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.