Gerindra Siapkan Kandidat di Pilwalkot Tasik

63
0
radartasikmalaya.com
Ilustrasi Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Tasik 2022. radartasikmalaya.com
Loading...

TASIK – Waktu pelaksanaan Pilkada Kota Tasikmalaya masih belum pasti, tetapi beberapa partai politik mulai memanaskan mesinnya menghadapi pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Salah satunya yakni dilakukan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kota Tasikmalaya. Sebagai pemenang Pemilu 2019, partai yang didirikan Prabowo Subianto tersebut menargetkan meraih kursi orang nomor satu pada Pilkada mendatang.

Hal itu disampaikan Anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra H Amir Mahpud saat silaturrahmi dengan Fraksi Partai Gerindra Kota Tasikmalaya, di Kediaman Ketua DPC Partai Gerindra H Nandang Suryana, Cicariang, Kawalu, Kota Tasikmalaya, Senin (1/2/2021).

Baca juga : Kasatpol PP Kabupaten Tasik Mulai Disidang

Dalam kesempatan itu, H Amir Mahpud yang populer dengan panggilan H Aming menegaskan jika Gerindra dipastikan akan mencalonkan kader terbaiknya sebagai Wali Kota Tasikmalaya pada Pilkada selanjutnya.

loading...

”Dengan 10 kursi di DPRD Kota Tasikmalaya, dan menjadi pemenang pada Pemilu 2019, kita wajib mengambil peluang dengan mencalonkan kader terbaik Gerindra sebagai Z1 (calon wali kota, Red),” katanya.

Menurut Amir, Gerindra harus mengambil peran membantu masyarakat Kota Tasikmalaya menata kembali pemerintahan dan pembangunan, dengan pintu masuk Pilkada Kota Tasikmalaya nanti. ”Setelah kepemimpinan yang lalu terkena kasus korupsi dan di tahan oleh KPK. Maka itu harus menjadi catatan masyarakat. Sehingga kita berupaya untuk menyodorkan kader terbaik partai,” ujarnya.

Amir mengatakan setidaknya ada tiga nama kader terbaik Gerindra yang layak diajukan maju di Pilkada Kota Tasikmalaya. Mereka adalah Ketua DPRD H Aslim, Ketua DPC Gerindra H Nandang Suryana serta Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Viman Alfaritzi.

”Stok kader yang mumpuni di Gerindra sangat banyak, maka kita akan sodorkan tiga nama tersebut untuk dikaji dan dipertimbangkan DPP Gerindra,” kata dia menegaskan.

Ditambahkan Amir, bahwa ketiga nama itu sangat layak dan memiliki kapasitas untuk maju sebagai calon wali kota. Seperti H Aslim merupakan kader Nahdlatul Ulama (NU) yang matang sebagai politisi, tiga periode duduk di DPRD dan kini menjadi ketua Dewan.

Sedangkan H Nandang Suryana sangat berpengalaman memimpin DPC Gerindra, ditambah merupakan seorang pengusaha sukses di bidang peternakan.

Sementara Viman Alfaritzi merupakan politisi muda yang mewakili kalangan suara milenial, yang berlatang belakang pengusaha dari keluarga Mayasari. Ditambah saat ini duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.

”Kita pasti akan memilih di antara ketiga kader Gerindra itu, dan mencoba membangun komunikasi dengan kekuatan partai lain sebagai teman koalisi dan mencari pasangan calon wakil wali kota,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Tasikmalaya, H Nandang Suryana mengatakan dirinya beserta Fraksi Gerindra merasa berbahagia dan bersyukur mendapat kehormatan bisa bersilaturrahmi dan mendapatkan arahan serta suntikan spirit dari anggota Dewan Pembina DPP Gerindra.

”Memang benar dalam acara silaturrahmi ini disampaikan bahwa wajib hukumnya kader organik Gerindra maju sebagai calon wali kota atau Z1. Karena kita menjadi partai pemenang Pemilu 2019 di Kota Tasikmalaya,” kata Nandang.

Dalam pertemuan itu, kata Nandang, anggota dewan pembina menyebut tiga nama yang dimunculkan untuk maju (dirinya, Aslim dan Viman, Red). ”Tapi sebenarnya ada satu lagi yang potensial yaitu Murjani anggota DPRD Kota Tasikmalaya yang berlatar belakang pengusaha sukses,” ujarnya.

Untuk itu, dirinya mengajak ketiga kader lain termasuk Murjani diminta mulai menyosialisasikan diri kepada masyarakat. Dalam upaya meningkatkan popularitas dan elektabilitas sampai nanti di putuskan oleh DPP melalui hasil survei.

Selain itu, lanjut Nandang, H Amir Mahpud pun menitipkan agar seluruh jajaran struktural partai, fraksi dan kader menjaga soliditas, kekompakan dan kebersamaan.

”Dan terkhusus kepada jajaran Fraksi Gerindra di Kota Tasikmalaya supaya terjun menata bersama rakyat, memanaskan kembali jejaring dan menunjukkan kerja nyata serta memberi manfaat bagi masyarakat di dapilnya masing-masing,” ujar Nandang menegaskan.

”Setelah berhasil merebut ketua DPRD, target kita selanjutnya di Pilkada Kota Tasikmalaya merebut posisi Wali Kota Tasikmalaya, untuk menggenapkan kemenangan demi kesempurnaan bakti Gerindra bagi masyarakat Kota Tasikmalaya,” ujar Nandang penuh optimis.

Sebelumnya diberitakan, setiap kader partai harus punya kesiapan untuk menjadi pemimpin, termasuk ketika diminta maju menjadi kepala daerah. Seperti halnya H Aslim SH, politisi Partai Gerindra itu mengaku siap untuk maju di Pilkada Kota Tasikmalaya Tahun 2022.

Apalagi, saat ini, Partai Gerindra menjadi pemilik kursi terbanyak di DPRD Kota Tasikmalaya. Sehingga, parpol tersebut tidak perlu berkoalisi untuk mengusung kadernya maju di pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Aslim sendiri kini duduk sebagai Ketua DPRD Kota Tasikmalaya. Dia merupakan politisi yang cukup senior, ditambah Aslim merupakan salah satu kader Nahdlatul Ulama (NU).

”Gerindra sudah sepantasnya ikut ambil peran di Pilkada. bukan sekadar pendukung, tapi juga mengusung figur untuk dicalonkan. Tentu Gerindra akan maju (mengusung kader, Red) di Pilkada,” ungkapnya usai mengisi podcast di Graha Pena Radar Tasikmalaya, Kamis (14/1/2020).

Meskipun sudah cukup kursi sebagai syarat maju di Pilkada, kata Aslim, bukan berarti Gerindra tidak akan berkoalisi dengan parpol lain. Sebab semakin banyak parpol, peluang kemenangan tentu akan menjadi lebih besar. ”Jadi tambahan tenaga tentunya, apabila banyak parpol bersatu dalam koalisi,” tuturnya.

Sejauh ini, sambung Aslim, Gerindra pun sudah intens melakukan konsolidasi dengan parpol lain. Pihaknya tidak pernah anti untuk berkomunikasi dengan politisi di parpol lain. ”Dengan semua partai kita komunikasi dengan bai,” katanya.

Ditanya soal niatan untuk maju di Pilkada Kota Tasikmalaya yang direncanakan berlangsung tahun 2022? Aslim menegaskan jika dirinya siap apabila mendapat kepercayaan dari partai. ”Karena setiap kader harus siap untuk menjadi pemimpin, maka jika partai memberikan mandat. Tentu saya tidak bisa menolak, artinya saya fatsun terhadap keputusan partai,” tuturnya. (kim/rga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.