Golkar Kabupaten Tasik Segera Musda & Cari Ketua

776
0

SINGAPARNA – Jelang Pilkada 2020, DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya akan menggelar musyawarah daerah (musda) memilih ketua yang habis masa periodenya.

Musda akan digelar hari ini, Sabtu (22/8) di Sekretariat DPD Partai Golkar Jalan Raya Singaparna.

Baca juga : Santri Asal Ciamis Tenggelam di Pantai Pasanggrahan Cipatujah Tasik

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Golkar Kabupaten Tasikmalaya Ending Sunaryo mengatakan, pada musda tersebut agendanya akan dilaksanakan rapat pem­bahasan per­gantian ke­pe­ngurusan pimpinan DPD Golkar Kabupaten Tasikmalaya yang saat ini sudah habis.

Menurut Ending, alasan digelarnya musda, walaupun sebelumnya ada instruksi bagi daerah yang melak­sanakan pilkada untuk menunda musda.

Namun, musda ini bukan kaitan dengan pilkada akan tetapi habis masa jabatan ketua DPD Golkar.

“Kami menggelar musda setelah berkomunikasi dan berbicara dengan pengurus DPD Golkar Jabar. Kemudian ada petunjuk secara lisan untuk menggelar musda, tinggal secara resmi surat perintahnya dari provinsi,” ujarnya kepada Radar, Jumat (22/8).

Musda dilaksanakan, terang Ending, mengingat jabatan Erry Purwanto sebagai ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya sudah habis.

Maka lewat musda akan diten­tukan apakah pemilih baik dari pengurus DPD, PAC termasuk ranting dan perwakilan pengurus Golkar provinsi memilih yang lain atau aklamasi Erry Purwanto kembali.

Harapan lewat musda, kata Ending, akan lebih memperkuat Golkar dan tetap bersatu. Termasuk dalam pilkada, siapa saja yang mendapat SK tetap didukung.

“Komitmen Partai Golkar harus sama,” terang dia.

Ending menam­bahkan, peserta dalam musda sendiri hadir sayap Partai Golkar seperti AMPG dan lainnya, pengurus DPD Wantib Golkar Jabar termasuk Yod Mintaraga. Pengurus PAC dan ranting termasuk Erry Purwanto.

Terpisah, Eksponen Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya Jenal Muttaqin menyayangkan pelaksanaan musda dilaksanakan sebelum Pilkada 2020.

Padahal sudah jelas dalam arahan DPP bahwa yang menyelenggarakan pilkada serentak untuk menunda dan fokus pada pemenangan pesta demokrasi lima tahunan ini.

“Saya yang pernah aktif di Golkar cukup mengetahui bahwa musda biasanya dilaksanakan setelah ada agenda akbar seperti pemilu dan pilkada. Karena masih ada program musda sebelumnya yang belum dilaksanakan, termasuk agenda pilkada. Sebaiknya musda dilaksanakan sebelum pilkada,” katanya.

Karena, lanjut dia, musda merupakan forum tertinggi agenda partai di daerah, maka sebaiknya dilaksanakan setelah pilkada usai.

“Musda itu bukan hanya untuk pemilihan ketua saja. Tetapi ada agenda rencana dan program kerja Golkar ke depan,” ujar dia.

Baca juga : Dukungan Pada HM Yusuf untuk Pimpin Golkar Kota Tasik Terus Mengalir

Kata dia, dirinya tidak menolak atau tidak setuju musda dilaksanakan sebelum pilkada serentak.

“Kalau musda dilaksanakan, pilkada produk musda karena menghadapi pilkada. Sementara proses tahapan pilkada sudah berjalan. Kalau mau dilaksanakan sah-sah saja, saran lebih baik setelah pilkada. Kalau sekarang risikonya ditanggung yang melakukannya,” ungkap dia. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.