Ending: Sudah Jalin Komunikasi dengan PKB dan Demokrat

Golkar-PPP Siap Tinggalkan PDIP

41

SINGAPARNA – Setelah sebelumnya DPD PKS yang akan mempertimbangkan untuk mempertahankan koalisi dengan PDIP atau tidak apabila posisi wabup tidak diisi, kini diikuti oleh Partai Golkar dan PPP. Partai pendukung tersebut berpeluang mencari koalisi lain pada Pilkada 2020.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Drs H Ending Sunaryo MSi mengaku sebagai partai pendukung Uu-Ade di Pilkada 2015, kemungkinan besar akan berpindah koalisi di Pilkada 2020. “Kalau peluang koalisi dengan PDIP termasuk partai lain itu masih ada. Cuma apakah masih mau tidak PDI Perjuangan koalisi kembali dengan Golkar di Pilkada 2020,” ujar Ending saat diwawancarai di Gedung DPRD, Selasa (18/6).

Kata dia, kemungkinan keluarnya dari koalisi Uu-Ade banyak faktor, di antaranya sejauh ini belum ada komunikasi dengan PDI Perjuangan untuk membahas Pilkada 2020. Kemudian, akan majunya Ketua DPD Partai Golkar Erry Purwanto sebagai calon bupati (cabup) menjadi alasan utama untuk tidak bersama lagi. “Artinya kalau koalisi lagi dengan PDIP, Golkar tidak bisa mengusung cabup. Karena PDIP dengan Ade Sugianto harus maju sebagai calon bupati,” paparnya.

Saat ini, kata dia, pihaknya sedang membangun komunikasi politik dengan beberapa partai di luar koalisi Uu-Ade. “Komunikasi itu memang baru secara non formal. Tapi, kemungkinan besar kita (Golkar) akan keluar dari koalisi PDI Perjuangan. Karena kita sekarang sedang dekat dengan Demokrat dan PKB, walaupun belum ada keputusan secara formal atau koalisi. Baru sebatas kedekatan dan pembicaraan untuk sikap ke depan di Pilkada 2020,” ungkapnya.

Sejauh ini, kata dia, Golkar terbuka dengan partai mana pun yang akan menjalin komunikasi jelang Pilkada 2020. “Intinya Golkar adalah partai yang terbuka di Pilkada 2020. Bersama partai mana pun bisa koalisi, namun tetap punya komitmen mendorong kader terbaik Golkar menjadi bupati,” terangnya.

Terpisah, Ketua Fraksi PPP DPRD Kabupaten Tasikmalaya, H Asop Sopiudin SAg mengatakan pihaknya belum memutuskan soal langkah politik untuk Pilkada 2020. Termasuk belum membahas apakah akan keluar dari koalisi Uu-Ade atau tidak.

“Kita fokus ke muktamar PPP tingkat nasional di Jakarta pada Juli atau Agustus ini. Jadi nanti menunggu hasil dari muktamar dulu, baru ambil sikap di Pilkada 2020. Karena muktamar juga pasti bahas soal pilkada, termasuk rekomendasi dan arah kebijakan partai,” ungkap Asop.

Lanjut dia, sebagai partai pendukung tidak ada beban untuk mempertahankan koalisi dengan PDI Perjuangan. Apalagi, kader PPP sudah menjadi wakil gubernur Jawa Barat, sehingga tidak ada yang perlu dikawal lagi dalam hal kebijakannya.

Sebelumnya, Sekretaris DPD PKS Kabupaten Tasikmalaya, Dedi Kurniawan ST MM mengatakan pihaknya sudah berusaha maksimal menyiapkan pengisian wabup, termasuk menunjuk kader terbaik. Namun, sampai saat ini belum ada kelanjutan serius dari PDIP soal pengisian orang nomor dua di kabupaten ini. “Yang jelas kami beri deadline lah kepada PDIP soal pengisian wabup ini, Juni ini harus segera diisi dengan diusulkan dan dipilih oleh DPRD,” tegas Dedi kepada Radar, Senin (17/6).

Lanjut dia, apabila sampai akhir Juni belum kunjung ada pengisian wakil bupati, menjadi pertimbangan untuk peta koalisi di Pilkada 2020. Namun, untuk saat ini PKS masih setia sebagai partai pengusung Ade Sugianto hingga akhir masa jabatannya atau dilaksanakannya pilkada tahun depan.

“Soal ke depannya, semua kemungkinan bisa terjadi. Apakah PKS tetap bersama koalisi PDI P dan PAN atau keluar dari koalisi pada Pilkada 2020 nanti. Kalau hari ini tidak bisa dibangun komitmen untuk apa dipertahankan,” terangnya.

Terang dia, dikhawatirkan jika terus ditunda-tunda pengisian jabatan wabup ini dan pada akhirnya dipilih pun waktunya sangat singkat. Karena, dalam waktu dekat ini sudah semakin dekat menuju kontestasi politik lima tahunan ini. (dik)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.