Golkar Tunggu Hasil Pemilu 2019 untuk Tentukan Koalisi

54
0

SINGAPARNA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya mengaku akan melihat langkah kinerja Ade Sugianto sebagai ketua PDIP dan bupati Tasikmalaya, sebelum memutuskan bertahan atau tidak dalam koalisi Uu-Ade pada Pilkada 2020.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Drs H Ending Sunaryo MSi mengatakan untuk saat ini pihaknya masih konsisten berada di koalisi Uu-Ade. Namun, untuk Pilkada 2020 akan melihat dulu langkah politis dari Ade Sugianto sebagai pimpinan partai dan bupati.

“Kalau Pak Ade Sugianto berkenan masih mau berkoalisi dengan Golkar, maka Golkar kemungkinan siap untuk berkoalisi lagi. Tapi, kalau tidak mau dilanjutkan koalisinya, Golkar akan mencari partai lain untuk koalisi (atau membuka gerbong baru, Red),” ungkapnya saat dihubungi Radar, Senin (20/5).

Ketua Fraksi PPP Kabupaten Tasikmalaya, Asop Sopiudin SAg mengatakan pihaknya belum menentukan sikap apakah bertahan dengan koalisi Uu-Ade atau tidak untuk Pilkada 2020. “Belum, kita belum bisa bersikap. Karena belum ada pembahasan diinternal partai, soal apakah PPP akan bertahan di koalisi saat ini atau keluar koalisi,” terang Asop.

Menurut Asop, saat ini masih fokus menunggu hasil pengumuman Pemilu 2019 dari KPU RI pada 22 Mei 2019. Termasuk, pembenahan internal partai setelah ada masalah yang terjadi di pusat. “Jadi kita belum ambil langkah atau sikap apa-apa soal koalisi pada Pilkada 2020 nanti. Yang penting, kita masih bertahan di koalisi pada saat ini dengan status partai pendukung,” ungkapnya.

Sekretaris DPD PKS Kabupaten Tasikmalaya, Dedi Kurniawan ST MM mengungkapkan sikap PKS terkait koalisi Pilkada 2020 belum ditentukan. Pasalnya harus melihat dulu konstelasi politik usia Pemilu 2019. “Kami akan melihat dulu hasil pemilu seperti apa konstelasinya. Karena itu akan menjadi bahan partai untuk memilih berkoalisi dengan partai mana yang peluangnya besar pada Pilkada 2020,” katanya.

Dalam menyikapi hal itu, kata dia, pihaknya akan melakukan komunikasi dengan semua partai. Supaya bisa mengetahui peta politik partai lain dalam menghadapi pesta demokrasi lima tahunan ini.

Terpisah, Ketua DPD PAN Kabupaten Tasikmalaya, Daud Ripai mengatakan sampai saat ini belum melangkah ke sana. Karena, semua partai pasti sedang fokus menunggu hasil Pemilu 2019 yang akan menjadi acuan untuk menentukan koalisi Pilkada 2020.

“Sebenarnya soal koalisi sangat dinamis, nanti kita lihat dulu hasil kursi kita secara resmi diumumkan di KPU RI. Yang jelas PAN saat ini masih bertahan koalisi dengan PDI Perjuangan dan PKS pada pengusungan Uu-Ade di Pilkada 2015,” tambahnya.

Wakil Ketua Pimpinan DPC PDI Perjuangan, Aef Syarifuddin saat dikonfirmasi mengenai peta koalisi Pilkada 2020 melalui telepon belum memberikan jawaban. (dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.