Goweser Kota Tasik Segera Punya Jalur Khusus

130
0
MELINTAS. Seorang warga menggunakan sepeda melintas di Jalan HZ Mustofa, Senin (16/11). Dinas terkait kini sedang merencanakan jalur khusus sepeda. Rangg Jatnika / Radar Tasikmalaya

INDIHIANG – Ketika menyusuri jalan-jalan di Kota Tasikmalaya sulit menemukan jalur khusus pesepeda. Padahal, pegiat gowes di Kota Resik ini kian banyak seiring gaya hidup sehat yang makin marak.

Untuk itu, Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Perhubungan sedang mengkaji membuat jalur khusus sepeda.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya, Gumilar mengatakan pihaknya sedang melakukan kajian membuat jalur khusus sepeda. Namun untuk waktunya masih belum bisa dipastikan.

“Memang kita ada rencana (membuat jalur sepeda, Red), tapi masih dikaji,” ujarnya kepada Radar, Senin (15/11).

Rencana tersebut, kata Gumilar, bukan semata-mata karena bersepeda sedang menjadi tren masyarakat.

Pada prinsipnya, setiap warga memiliki hak ruang jalan baik pejalan kaki sampai pengendara. “Termasuk pelaku gowes juga,” tuturnya.

Terlebih, beberapa daerah sudah memiliki jalur khusus untuk para pecinta gowes itu. Contohnya adalah daerah tetangga yakni Kabupaten Ciamis yang sudah lama punya jalur khusus sepeda.

Jika mengandalkan dari anggaran pemerintah daerah, sambung Gumilar, maka jalur sepeda itu paling cepat terealisasi di APBD Perubahan 2021.

Baca juga : Usai Pesta Ulang Tahun, 33 Warga Tanjungjaya Tasik Keracunan Massal

“Terkecuali ada perusahaan yang bersedia menyalurkan dana Coorporate Sosial Responbility (CSR) untuk pembangunannya,” ungkap dia.

“Kalau APBD murni kan sudah lewat, jadi mungkin di perubahan,” terangnya menambahkan.

Ada pun jalur yang memungkinkan dibuat jalana khusus sepeda, yakni jalan yang memiliki lebar cukup. Di antaranya Jalan Sutisna Senjaya, Otista, HZ Mustofa, dr Soekardjo dan beberapa jalan lainnya. “Jalan-jalan itu kan lebar,” katanya.

Namun penentuan titik jalan itu pun, kata dia, harus dengan pertimbangan berbagai faktor. Jangan sampai keberadaannya, malah memunculkan masalah seperti halnya pedagang kaki lima (PKL). “Makanya masih perlu dikaji dulu,” tuturnya.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota AKP Bayu Tri Nugraha mengaku belum bisa berkomentar terkait hal itu. Pihaknya belum mendapat informasi apapun soal rencana tersebut. “Nanti saya akan bahas di rapat forum lalu lintas akhir pekan ini,” katanya. (rga)

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.