GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Masih Waspada Penyerang Ulama

116

PARIGI – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pangandaran tetap mewaspadai penyerangan-penyerangan terhadap ulama yang akhir-akhir ini kerap terjadi.

Ketua GP Ansor Kabupaten Pangandaran Encep Najmudin mengatakan penganiaya ulama harus diusut secara tuntas. Jika pelaku itu dianggap orang gila, maka pihak berwajib harus membuktikannya. “Kegilaannya harus dibuktikan secara medis. Tidak bisa sebatas hanya pernyataan saja. Lalu hilang begitu saja,” ungkapnya kepada Radar, Senin (19/2).
Ansor mengajak dan mengimbau seluruh elemen masyarakat Pangandaran untuk selalu waspada dan siap siaga di wilayahnya masing-masing. “Terutama menjaga para kiai dan para ajengan. Mereka harus dijaga oleh kita semua,” ucapnya.
Sejak tanggal 28 Januari, pihaknya telah menginstruksikan kepada Banser (Barisan Serbaguna) Ansor untuk terus berkoordinasi dengan ajengan dan pesantren di daerahnya masing -masing. “Dalam rangka mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Sejauh ini, lanjut dia, belum ada pergerakan atau kejadian serupa yang terjadi seperti di daerah lain. “Tapi kita punya catatan -catatan tersendiri kaitan dengan kemungkinan terjadi di wilayah Pangandaran,” katanya.
Sementara, Ketua MUI Kabupaten Pangandaran H Otong Aminudin merasa biasa saja dalam menyikapi teror-teror terhadap ulama. “Saya juga tidak tahu apakah ini setting-an atau bukan. Yang jelas orang punya pandangannya masing-masing,” tuturnya.
Ia juga mengimbau kepada seluruh ulama dan ajengan untuk tetap tenang dalam menghadapi masalah tersebut. “Tidak perlu ada yang ditakutkan. Tetapi kita juga harus waspada,” terangnya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.