GP Ansor Serukan Perlawanan

380
0
KECAM TEROR. GP Ansor, AMS dan Pemuda Muhammadiyah membuat petisi atas aksi teror bom di Surabaya yang dilaksanakan di Tugu Adipura Senin (14/5).
Loading...

Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Angkatan Muda Siliwangi (AMS) dan Pemuda Muhammadiyah membuat petisi kecaman keras terhadap aksi  bom bunuh diri di Kota Pahlawan di Tugu Adipura, Senin (14/5).

Ketua GP Ansor Kota Tasikmalaya H Ricky Assegaf mengatakan aksi terorisme tidak diajarkan oleh agama. Sehingga sangat disesalkan jika hal tersebut dilakukan atas nama agama. “Ini awalnya dari intoleran jadi radikalisme dan ujungnya terorisme,” ungkapnya kepada wartawan.

Maka pihaknya meminta aparat TNI dan Polri bisa mengusut tuntas pelaku terorisme sampai ke akarnya. GP Ansor baik di Kota Tasikmalaya dan daerah lainnya memberikan dukungan penuh dalam pemberantasan teroris. “Aparat jangan takut, kami sepenuhnya berada di pihak kalian. Dan kami menyerukan perlawanan, ” tuturnya.

Sementara itu,  Ketua Umum Gerakan Pemuda Anshor Yaqut Cholil Qoumas menuturkan Surabaya merupakan peringatan keras kepada kita semua untuk waspada terhadap ajaran radikalisme dan terorisme. Kita yang selama ini permisif terhadap kelompok yang beraliran keras, menyalahkan pemahaman dan keyakinan orang yang berbeda dengan mereka dan kita cenderungga diam. “Saat ini, kita tidak boleh diam. Kita harus mulai melawannya, Gedung GP Ansor, Jakarta, (14/5)

“Surabaya menjadi pelajaran besar kita semua. Pelaku pengeboman di surabaya, tidak memiliki tampang teroris dan bahkan dari kalangan terdidik. Namun tindakannya, merupakan tindak keji dan tidak mencerminkan sikap dari seorang yang terdidik,” tutur Yaqut.

Loading...

Terkait Jamaah Ansarut Daulah (JAD), Yaqut menilai, kita harus bersikap keras terhadap gerakan mereka. Kita sudah tau bersama bahwa JAD adalah salah satu organisasi teroris di Indonesia yang sudah berbait kepada ISIS. Pilihan sikap yang mereka ambil adalah tanpa kompromi. Ciri dari gerakannya pun menyerang polisi dan non muslim.

Yaqut mengkonfirmasikan, JAD saat ini, sudah memiliki alumni Timur Tengah yang berjumlah 500 orang yang kembali dari Syiria ke Indonesia. (rga/jpg/cr-1)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.