GP Austria, Favorit Bagnaia

5
Francesco Bagnaia

SPIELBERG – Rider Pramac Ducati Francesco Bagnaia mengaku laga di Seri Austria merupakan ajang grand prix sesungguhnya sepanjang karier. Minggu (12/8) lalu, penampilanya di Spielberg merupakan yang terbaik di musim 2019. Bagnaia meraih posisi ketujuh atau selisih tujuh detik dari sang mentor, Valentino Rossi yang berada di posisi empat.

Progres Alumnus Academy of 46 terlihat moncer dalam latihan bebas (FP) di MotoGP Italia, Mei lalu. Pada akhir FP2, Bagnaia yang merangsek ke urutan pertama, diikuti Quartararo di urutan kedua. Malangnya, saat race dimulai, juara Moto2 2018 tidak bisa melanjutkan balapan bersama The Doctor-sebutan untuk Valentino Rossi.

“(Race Austria) hasil terbaik tahun ini. Posisi tujuh menjadi langkah pertama ke impian saya,” tuturnya seperti dilansir Motorsport, Kamis (14/8).

Ia mengaku senang atas pekerjaan yang dilakukan. “Kami (bersama Tim Pramac Ducati) tentu bahagia, saya tidak berfikir bisa mencapai hasil terbaik. Di Silverstone kami berharap akan jauh lebih konstan,” jelasnya.

Bagnaia mengakui, hasil kemarin adalah titik balik di musim 2019-nya. Sebelum race Austria, hasil terbaik Bagnaia hanya mentok di posisi sembilan dalam GP Amerika Serikat, April lalu.

“Hasil balapan saya naik turun, saat tabrakan di FP1 Brno, saya harus memulainya dari nol,” terangnya.

Dalam FP1 race Brno, Bagnaia terjatuh di tikungan ke-13 usai kehilangan kendali atas motornya. Diketahui ia tidak mengalami cedera yang berarti. Dalam race Austria, Bagnaia mengatakan kondisi hujan dan cuaca yang lebih dingin cukup merepotkannya. Ban belakang kuda besinya sulit untuk dikendalikan akibat cengkraman rem yang lemah.

Dalam race itu, Bagnaia sempat menggeser mantan sang rival di Moto2, Miguel Oliveira. Bagnaia mampu menyalip rider KTM Tech 3 di ujung lap kedua.

Kepada Motorsport, Bagnaia mengaku kejadian itu bak de javu seperti masa-masanya di Moto2. “Ya, menyenangkan, bukan? Saya berpikir itu (Danilo) Petrucci, tetapi ketika saya melihat bahwa itu adalah Miguel, saya mulai berpikir oh, wow, kalau aku mengalahkannya lagi, itu lebih baik,” tandasnya.(fin/tgr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.