GP Monaco Akan Penuh Dengan Drama

168
0
LATIHAN. Pembalap Ferrari Sebastian Vettel saat latihan untuk menghadapi seri lanjutan Formula 1 di Sirkuit Monte Carlo Monaco kemarin.

MONTE CARLO – Hanya ada dua kemungkinan seperti apa balapan GP Monaco akan berlangsung pada Minggu (27/5). Pertama, sangat seru karena banyak insiden. Atau, sebaliknya, membosankan. Bisa juga seperti ini: seru saat kualifikasi hari ini, tapi membosankan (boring) ketika balapan besok.

Prediksi itu muncul akibat hadirnya ban hypersoft. Ban yang tak cuma memiliki performa sangat cepat, tapi juga umur yang panjang alias awet.

Meski suhu trek lumayan panas, namun permukaan aspal tidak memberikan tekanan berlebihan pada ban. Dari data latihan hari pertama, hypersoft bisa dipakai rata-rata sampai 15 lap. Bahkan lebih.

Hampir bisa dipastikan balapan yang berlangsung 78 lap hanya membutuhkan sekali pit stop. Kecuali terjadi drama besar yang mengharuskan safety car keluar. Kondisi itu dimanfaatkan pembalap untuk melakukan pit stop “gratis” guna mengganti ban.

Bagian paling seru adalah kualifikasi. Pada Q1 (kualifikasi pertama) pembalap akan menggunakan hypersoft untuk mendapatkan catatan lap terbaik.

Terutama pembalap-pembalap papan tengah dan bawah. Kemudian, pada Q2 pembalap top akan memasang ban ultrasoft. Ban inilah yag harus dipakai untuk memulai balapan. Nah, pada Q3 kembali menggunakan hypersoft untuk bertarung berebut pole position.

Red Bull mengantisipasi situasi ini sejak jauh-jauh hari. Mereka punya kekuatan lebih di sektor terakhir dibandingkan tim-tim lain. Peluang ini dimanfaatkan dengan maksimal melalui pemilihan ban.

Red Bull adalah satu-satunya tim papan atas yang kedua pembalapnya menumpuk 11 set ban hypersoft. Untuk ultrasoft dan supersoft masing-masing hanya satu set.

Dengan pilihan agresif tersebut, Red Bull fokus mendapatkan hasil maksimal pada sesi kualifikasi. Posisi start sangat menentukan. Profil sirkuit jalanan Monte Carlo yang sempit akan menyulitkan siapapun untuk melakukan overtaking.

Kuncinya ada di tikungan pertama lap pembuka. Jika tidak ada drama yang berdampak besar, pembalap yang keluar tikungan di posisi depan, bisa mengendalikan balapan.

‘’Targetnya pole position. Misi kami adalah mencoba yang terbaik dan menang, lalu mendominasi,’’ ujar pembalap Red Bull Daniel Ricciardo. Dia menjadi yang tercepat di dua sesi latihan bebas hari pertama.

Pembalap Red Bull lainnya, Max Verstappen, meyakini bahwa Ferrari dan Mercedes akan lebih kuat pada kualifikasi dibandingkan pada saat latihan hari pertama. Hal itu karena kedua tim tersebut memiliki mode mesin berbeda yang dipakai untuk kualifikasi.

“Tapi, saya yakin kami masih bisa lebih baik,” tandasnya.

Mercedes dan Ferrari tertinggal cukup jauh dalam kecepatan satu lap. Untungnya, di Monaco ada waktu cukup panjang untuk memperbaiki situasi. Kemarin adalah hari libur untuk balapan F1.

Hanya ada race pertama Formula 2 dan ajang Fomula Renault. Jadi, ada waktu satu hari penuh bagi para rival Red Bull untuk berbenah.

Mercedes dan Ferrari tidak khawatir dengan prediksi bahwa wheelbase mobil mereka yang lebih panjang dari tahun lalu akan membuat performa anjlok.

Bos Mercedes Toto Wolff mengakui kemungkinan W09 bisa kehilangan 0,1 detik per lap dengan postur mobil lebih panjang. Tapi, masalah itu bisa diatasi dengan memperbaiki aerodinamika mobil yang berujung pada bertambahnya downforce. Mercedes juga memasang suspensi depan khusus yang disesuaikan dengan karakter Monaco.

Bintang Ferrari Sebastian Vettel merasa panjang mobilnya yang bertambah berdampak langsung pada performa di Monaco. Juara dunia empat kali tersebut percaya pada sesi kualifikasi besok Ferrari bisa lebih baik.

“Red Bull selalu lebih bagus saat latihan Jumat. Jadi, kita lihat saja apakah ini seperti yang sudah-sudah,” katanya. (cak/ca/jpg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.