Gubernur Jabar: Kabupaten Tasik Paling Tidak Patuh

118
0
BERI SANKSI. Polsek dan Koramil Salawu memberikan sanksi kepada masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan, Senin (18/1). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

SINGAPARNA – Gubernur Jabar Ridwan Kamil melakukan evaluasi terkait pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional di 20 kota dan kabupaten atau secara nasional disebut pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Dalam rilisinya di website Humas Jabar, RK mengatakan, tren kepatuhan warga Jabar untuk memakai masker dan menjaga jarak meningkat.

“Dari rata-rata sebelum PPKM itu (persentase) 50-an persen, sekarang memakai masker naik ke angka 70 persen dan menjaga jarak 60 persen,” katanya.

Rinciannya, pada 11 Januari 2021, tingkat kepatuhan memakai masker adalah 50,88 persen. Angka meningkat menjadi 60,37 persen per 13 Januari 2021 dan meningkat hingga 71,83 persen per 15 Januari 2021.

Kepatuhan menjaga jarak pada 11 Januari 2021 sebesar 41 persen. Angka meningkat menjadi 47,63 persen per 13 Januari 2021 dan meningkat hingga 65,49 persen per 15 Januari 2021.

loading...

“Untuk PPKM sudah dievalusasi oleh Pak Luhut (Menko Marves RI), Jabar diapresiasi untuk peningkatan kedisiplinan, termasuk terbaik di Jawa-Bali. Itu berkat kerja Pak Kapolda (Jabar) dan Pak Pangdam (III/Siliwangi) maka sekarang (kepatuhan) naik,” ucap Kang Emil.

Berdasarkan wilayah per 15 Januari 2021, tiga daerah dengan kepatuhan memakai masker terbaik adalah Kota Bekasi, Kota Bandung dan Kota Cimahi. Sementara kepatuhan memakai masker terendah adalah Kabupaten Tasikmalaya (tidak termasuk 20 daerah PPKM), Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran.

“Daerah yang paling patuh masyarakatnya memakai masker adalah Kota Bekasi. Yang paling tidak patuh memakai masker adalah Kabupaten Tasikmalaya,” ujarnya.

Untuk kepatuhan menjaga jarak, tiga daerah terbaik yakni Kota Bekasi, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Bandung Barat. Sementara kepatuhan menjaga jarak terendah adalah Kota Depok, Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Garut.

“Jadi kepada yang sudah patuh tolong dipertahankan. Yang tidak patuh, saya titip ke kepala daerah untuk terus mengedukasi masyarakatnya,” tambahnya.

Kang Emil menegaskan, evaluasi kinerja PPKM alias PSBB Proporsional di Jabar berdasarkan data real time atau aktual. Di saat bersamaan, hingga kini Kang Emil berujar bahwa pihaknya masih berhadapan dengan kendala penumpukan laporan kasus harian.

“Karena di Jabar, data lama masih tercampur.(Contohnya) pada Jumat (15/1/21), dari 3.095 kasus, 2.224-nya kasus lama,” kata Kang Emil.

“Ini masih terus kita perbaiki, termasuk analisis PPKM. Kita akan analisis sendiri menggunakan data yang real time, bukan data yang tercampur dengan data lama. Sedang dikomunikasikan (cara evaluasinya) via Pak Sekda, mana yang masa lalu, mana yang real time PPKM. Kalau menganalisa PPKM pada data lama ‘kan tidak fair,” ujarnya.

Sementara itu, jumlah warga Kabupaten Tasikmalaya yang terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 1.538 orang. Dari total keseluruhan tersebut, sebanyak 1.282 selesai isolasi dan sembuh. Sedangkan yang masih isolasi dalam perawatan ada sebanyak 219 orang dan sebanyak 37 orang meninggal dunia.

Baca juga : Jadwal Shalat Wilayah Kota Tasik, Selasa 19 Januari 2021

Sebaran masyarakat yang terkonfirmasi aktif di sebanyak 33 kecamatan sementara enam kecamatan lainnya masih belum ada. Dari data website Sigesit 119 Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya tercatat dari data per hari peningkatan orang yang kontak erat dengan yang terpapar Covid-19 cukup banyak.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Penanganan Penyakit (P2P) Kabupaten Tasikmalaya Atang Sumardi mengatakan, bahwa sebaran kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya hampir merata terjadi di 33 kecamatan.

Sampai saat ini, kata dia, jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya mencapai 1.538 orang. Dari total keseluruhan tersebut sebanyak 1.282 selesai isolasi dan sembuh. “Sebanyak 219 orang masih dalam perawatan dan isolasi. Sementara yang meninggal sudah mencapai 37 orang,” terang Atang.

Menurut dia, dari jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya yang terjadi di antaranya warga kabupaten yang pulang dari luar kota atau daerah zona merah. Kemudian, menimpa petugas medis atau kesehatan baik di rumah sakit daerah atau puskesmas, kluster keluarga, kemudian pesantren dan ASN pegawai pemerintahan atau pelayanan publik.

Dia menambahkan, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya bersama tim gugus tugas di setiap kecamatan atau Muspika terus gencar melakukan sosialisasi dan operasi yustisi sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19.

“Pada intinya kita terus menekan baik melalui sosialisasi protokol kesehatan, termasuk pendisiplinan protokol kesehatan terhadap masyarakat di tempat umum dan lainnya agar penyebaran Covid-19 bisa diputus mata rantai penyebarannya,” papar dia. (humas jabar/dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.