Gudang Beras di Indihiang Kota Tasik Dirusak Para Pemuda, 2 Orang Dianiaya

704
0

KOTA TASIK – Entah dipicu masalah apa, rumah milik supplier beras di Kampung Pamijahan, Kelurahan Panyingkiran Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya, didatangi para pemuda, Selasa (17/11) sekitar pukul 19.30 WIB.

Informasi yang dihimpun di lapangan, para pemuda yang menaiki sebuah mobil ini langsung masuk ke rumah itu sambil berteriak-teriak mengucapkan kata-kata kasar.

Lalu, mereka pun ditemui pekerja di gudang itu, Roni Nurbani.

Roni mengajak para pemuda itu ke ruangan tamu serta mempertemukan mereka dengan H Dede Dayat Sudrajat, pemilik gudang beras itu.

“Jadi awalnya kita lagi iseng-iseng main biliar sambil istirahat sesudah bekerja. Tiba-tiba datang mobil mengelakson. Lalu dibuka pintu gerbangnya. Ternyata langsung berteriak goblok-goblok,” ujar Roni di lokasi kejadian kepada wartawan.

“Saya kurang kenal dengan mereka, dan ga tahu apa masalahnya. Lalu nanyain kakak saya. Manggil Haji Dede. Lalu temennya nunjuk itu orangnya. Lalu saya duduk disamping kakak saya,” sambungnya.

Di dalam rumah, terang dia, dibicarakan soal beras namun soal apa yang jadi masalah dirinya tak tahu detilnya.

Yang pasti dia dalam posisi hanya mendampingi Haji Dede, yang tak lain kakaknya.

“Lalu saya panggil Agus, pekerja perusahaan ini yang bagian logistik. Lalu masuk lagi dan dampingi kakak saya. Baru juga Agus duduk dan berbicara tiba-tiba orang itu mukul Agus tak ngomong apa-apa. Saya juga sama dikeroyok akhirnya,” terangnya.

Bahkan, dia sampai tangan dan kakinya dikunci para pemuda itu hingga beberapa stik biliard pun patah dipukulkan terduga pelaku ke tubuhnya.

“Yang luka saya dan Agus ada memar. Saya dan Agus sempat ke RSUD divisum. Tas saya ada yang ngambil, isinya uang sekitar Rp9 juta, KTP dan lainnya,” jelasnya.

Kapolsek Indihiang, Polresta Tasik, Kompol Didik Rohim Hadi menuturkan, hingga kini kasus penganiayaan dan perusakan itu masih dalam penyelidikan pihaknya.

“Jadi tadi memang terjadi sedikit kesalahpahaman, kemudian latar belakang yang menimbulkan kesalahpahaman masih dalam proses penyelidikan kita,” tuturnya.

Tetapi yang jelas, tukas dia, dari kesalahpahaman ini ada yang mengakibatkan beberapa kaca jendela pecah, ada 2 korban yang diduga ada unsur penganiayaan.

“Dugaan penyebab masih diselidik ya, karena kita fokus pada pemulihan situasi agar tetap kondusif,” pungkasnya.

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.