Guling di Kertasari Ciamis, Honorer Sehari Temui 3 Kelompok Belajar, Pulang Bawa Makanan

257
0

CIAMIS –  Di masa pandemi Corona , sejumlah guru-guru di Kabupaten Ciamis melukan kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan metode pengajaran secara tatap muka.

Tentu dengan cara keliling menyambangi murid-muridnya, baik di rumah atau di teras masjid.

Selasa (21/7) sekitar pukul 08.00, SDN 4 Kertasari Kabupaten Ciamis menggelar KBM di teras masjid AL-Ihlas Kelurahan Kertasari.

Guru Honorer SDN 4 Kertasari, Yuyu Yuliana alias Ayu mengatakan, bahwa dimasa pandemi Corona, saat tahun ajaran baru ini memang belum bisa belajar secara bersama-sama.

Namun dilakukan pengajaran siswa ada beberapa sistem diterapkan itu, diantaranya daring (online).Baik dari youtube, ruang guru dan TV.

“Kalau metode kedua adalah Luar Jaringan (Luring). Yakni lewat WA atau telepon dan metode ketiganya Guru Keliling (Guling),” ujarnya.

Untuk metode Guling, kata dia, dilaksanakan seminggu sekali dengan zona kelompok.

Dari 23 muridnya dibagi  tiga kelompok atau tiga titik pengajaran, dengan satu kelompoknya ada 6 hingga 8 orang.

“Tempatnya ditentukan oleh masing-masing orangtua murid. Ada yang di rumah orangtua, ada di teras masjid dengan izin ketua DKM-nya,” papar Ayu yang juga Wali Kelas 4A.

Ayu menambahkan, cara belajar sangat sederhana, pake meja lipat dan duduk lesehan.

“Meski belajar dengan lesehan di teras masjid, namun anak-anak serius dan tekutln belajar,” terang Ayu yang sudah sejak 15 tahun lalu jadi honorer.

Tentu, kata dia, pihaknya tetap menetapkan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, pake masker, serta cuci tangan juga.

“Saat belajar, para siswa tetap terus diingatkan mengenai  jaga kesehatan dan protokol corona,” ucapnya.

Ayu menjelaskan, untuk materi yang disampaikan dalam kegiatan guru keliling sesuai tingkat kesulitan.

Mengenai materi ringan bisa disampaikan melalui daring. Bila materi yang memerlukan penjelasan panjang, bisa disampaikan saat belajar berkelompok.

“Jadi pembelajaranya kami sesuaikan dengan kebutuhan serta materi yang ada,” terangnya.

Ayu mengaku, mengajar keliling kali ini tentunya senang bisa bertemu anak-anak langsung. Meski memang harus keliling ke tiga tempat dalam satu hari.

Pihaknya bersyukur sekali bisa ketemu para orang tua yang baik-baik. “Saat saya pulang juga pada ngasih makanan.  Semua orangtua murid baik-baik,” ungkapnya.

Sementara itu salah seorang siswa SDN 4 Kertasari, Dasep, mengaku jenuh pada saat pandemi corona ini.

“Jenuh pak. Karena belajar ada yang daring, serta belajar di lingkungan di teras masjid. Kalau belajar di sekolah kan banyak teman, bisa bercanda dan saling tanya tugas. Kalau sekolah di teras masjid jenuh juga hanya delapan orang teman.

Siswi lainnya, Silvia (9) mengaku belajar di HP memang bisa mengerti, tapi tidak terbiasa dan mendingan di sekolah kaya dulu.

“Saya kangen dengan teman-teman, serta ingin juga ketemu para guru-guru juga,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Ciamis H Tatang melalui Sekretaris Dinas Pendidikan, Asep Saeful Rahmat menjelaskan, untuk tingkat SD masih memberlakukan dua sistem pembelajaran.

Yakni belajar daring dan mobile teacher atau guru keliling (Guling). Dimana penyampaian pelajaran dilakukan menggunakan media aplikasi seperti WA.

Namun Disdik Ciamis juga memberlakukan Mobil Teacher  atau Guru Keliling, dimana beberapa anak yang dikelompokkan dalam satu lingkungan yang dianggap bersih dari paparan Covid-19 .

“Mengenai operasional guru keliling, atau bensin itu bisa menggunakan dana dari BOS,” terangnya.

Mengenai pertemuan guru dengan siswa, kata dia, memang sangat perlu dilakukan.

Karena untuk menumbuhkan karakter dan psikologi siswa agar kenal dengan guru dan tetap berada pada suasana belajar yang semestinya.

(iman s rahman)

Baca juga:

2 Cewe 4 Cowo Anak Jalanan Ditangkap & Digunduli Pol PP Ciamis, Ini Kata Mereka..
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.