Gunung Agung Meletus Lagi, Semburkan Lava Pijar Sejauh 3 KM

28

BALI – Gunung Agung meletus lagi. Gunung yang terletak di Karangasem Bali ini erupsi pada Jumat (24/5) sekitar pukul 19:23 WIB.

Letusan Gunung Agung mengagetkan warga di sekitar gunung. Tak hanya mengeluarkan suara gemuruh, gunung tertinggi di Bali ini juga melontarkan lava pijar sejauh 2,5 km hingga 3 km.

Semburan lava pijar dari puncak kawah nyaris mendekati Pura Pasar Agung di Desa Sebudi, Kecamatan Selat.

Perbekel Sebudi Komang Tinggal mengatakan, lontaran lava pijar terlihat jelas sampai di barat dan timur pura.

“Saya lihat dari rumah, Pura Pasar Agung seperti dikurung api. Syukur tidak sampai mengenai pura,” ujar Tinggal yang rumahnya di Dusun Pura, Desa Sebudi atau sekitar 6 kilometer dari puncak kawah Gunung Agung.

Ia mengaku, getaran erupsi terasa sangat keras, hingga membuat warga berhamburan keluar rumah.

“Saya kira pintu gerbang rumah roboh. Pokoknya suaranya sangat keras,” ujar Tinggal, sebagaimana dilansir Bali Express (grup Jawa Pos/pojoksatu.id), Jumat (24/5).

Meski demikian, warga yang mulai paham dengan kondisi Gunung Agung tidak terburu-buru meninggalkan kampungnya. Hasil koordinasi dengan masing-masing kepala dusun di wilayah Desa Sebudi, hanya beberapa warga yang memilih keluar kampung.

“Yang mengungsi itu adalah mereka yang kebetulan punya rumah di Desa Rendang dan lainnya. Kalau murni mengungsi sih tidak ada,” tegas Tinggal.

Ketua Pasebaya Gunung Agung I Gede Pawana juga mengatakan, lontaran lava pijar mendekati Pura Pasar Agung.

Meski demikian, warga masih tetap tenang. Lava pijar, lontaran abu vulkanis maupun pasir tidak membuat warga mengungsi.

“Warga masih tetap tenang. Ini saya mau naik ke Pura Pasar Agung melihat kondisi sebenarnya,” kata Perbekel Duda Timur, Kecamatan Selat yang hendak siap-siap menuju Pura Pasar Agung.

Ni Wayan Aryaningsih (24), warga asal Dusun Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, mengaku mendengar suara seperti pesawat terbang.

Suara itu membuat keluarganya berhamburan keluar rumah. Ternyata Gunung Agung erupsi. Ia juga melihat api di sekitar puncak kawah.

Meski terlihat menakutkan, ia memutuskan tidak mengungsi, karena tak lama kemudian gunung kembali tenang. “Setelah erupsi, terjadi hujan abu dan pasir,” terangnya.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Agung di Desa Rendang, erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 4 menit 30 detik. Namun tidak teramati kolom abu. Terdengar suara gemuruh sedang hingga kuat di Pos Pengamatan. Lava pijar sejauh 2,5 km sampai 3 kilometer ke segala arah. (bx/wan/man/jpr/pojoksatu)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.