Gunung Tangkuban Perahu Erupsi, Pesawat Dilarang Melintas

105

LEMBANG – Pasca erupsi Gunung Tangkuban Perahu, Jumat (26/7), kawasan itu menjadi zona berbahaya bagi penerbangan.

Pelaksana harian Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan Badan Geologi mengeluarkan peringatan bahaya bagi pesawat melintas.

“Pascaerupsi Gunung Tangkuban Parahu, Badan Geologi mengeluakan peringatan bahaya bagi pesawat yang melintas di sekitar wilayah gunung atau Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA),” ucap Agus dalam keterangannya.

Notifikasi VONA berwarna oranye mengindikasikan lontaran abu masih berada di bawah 1.000 kaki. Level itu bisa membahayakan penerbangan.

VONA juga menyebutkan distribusi abu vulkanik mengarah ke timur laut dan selatan. Terkait dengan fenomena erupsi ini, PVMBG sedang mengevaluasi status Gunung Tangkuban Parahu yang berada pada level I (Normal).

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menutup kawasan wisata Gunung Tangkuban Parahu pascaerupsi yang terjadi Jumat (26/7), pukul 15.48 WIB.

Menurut pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), jatuhan abu vulkanik mencapai radius 1 – 2 km.

Distribusi abu teramati Di Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat mendapatkan informasi dari warga bahwa abu mengarah ke Kecamatan Cisarua. (sta/jpc/pojoksatu)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.