Guru Bisa Dapat Rumah Murah

438
0
Illustrasi

JAKARTA – Ini kabar gembira bagi para guru yang mendambakan segera memiliki rumah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kini bekerjasama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk menyediakan  kredit pemilikan rumah sejahtera (KPRS).

Dengan kerjasama ini, para guru dan tenaga kependidikan akan mendapatkan KPR dengan bunga lebih rendah dibanding KPR biasa. Bagi mereka yang bertugas di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T) akan mendapat prioritas.

Direktur  Konsumer BRI Handayani mengatakan program fasilitas KPRS ini dibagi menjadi dua. Yakni,  Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau subsidi, dan nonFLPP atau tanpa subsidi.

”Guru dengan penghasilan maksimal Rp 4 juta per bulan, akan dimasukkan dalam FLPP. Adapun untuk yang Rp 4 juta ke atas, dimasukkan ke dalam nonFLPP,” katanya usai menandatangani perjanjian kerjasama dengan Kemendikbud di Jakarta,Jumat (27/4).

Dalam program FLPP, guru bisa mendapatkan rumah dengan cicilan yang lebih murah yakni 5 persen per tahun. Berlaku flat hingga masa akhir cicilan. Selain itu, fasilitas FLPP juga mencakup DP atau uang muka ringan, hanya 1 persen.

Adapun untuk guru yang ikut program nonFLPP, bakal mendapat bunga 7,5 persen yang berlaku flat hingga lima tahun pertama. Setelah itu berlaku bunga sesuai dengan kondisi pasaran. Sebagai gambaran, saat ini rata-rata suku bunga KPR di bank umum masih di kisaran 11 – 12 persen.

Menurut Handayani, spesifikasi rumah dalam kategori FLPP, akan mengikuti regulasi yang dietapkan oleh Kementerian PUPR. ”Tapi karena ini untuk guru,  jadi kami pesankan pada para pengembang untuk membangun rumah dengan kualitas yang baik,” jelasnya.

Handayani menyebut tahun ini BRI menargetkan bisa menyalurkan KPR untuk 2000 orang guru kategori FLPP. Sementara itu, kuota tidak terbatas untuk kategori nonFLPP.

Handayani menyatakan sudah ada beberapa pengembang yang tertarik untuk membangun klaster khusus perumahan untuk para guru. Untuk tahap pertama, pilot project KPRS ini akan ditempatkan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua Barat. Namun, nantinya ada pula rencana pengembangan ke wilayah Jawa.

Pelaksana Tugas Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Hamid Muhammad mengatakan, pihaknya akan segera bekerja sama dengan dinas-dinas pendidikan di berbagai wilayah Indonesia segera melakukan pemetaan untuk mengetahui data guru yang belum memiliki rumah. ”Sasaran utama kita memang para guru yang belum memiliki rumah. Tapi bisa juga bagi mereka yang sudah memiliki penghasilan tetap,” ujarnya.

Menurut Hamid, program ini adalah upaya untuk memfasilitasi guru-guru, khususnya yang bertugas di daerah terpencil, agar mendapatkan ketenangan, dan tidak lagi memikirkan masalah-masalah nonteknis dalam menjalankan tugasnya. (tau/jpg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.