Akan Gelar Aksi Mogok Mengajar Kamis

Kamis (28/11) Guru Honorer Garut Ancam Mogok Kerja, Desak Revisi UU ASN

158
0
Cecep Kurniadi

TAROGONG KIDUL – Para guru honorer di Kabupaten Garut akan mogok mengajar atau meninggalkan ruang kelas pada Kamis (28/11) mendatang. Tindakan ini sebagai aksi protes sekaligus menuntut pemerintah pusat untuk memperbaiki nasib para guru honorer di Kabupaten Garut.

“Ini bukan aksi main-main, tetapi ini bentuk tuntutan kami terhadap pemerintah supaya memperhatikan nasib para honorer,” ujar Ketua Forum Aliansi Guru Garut (Fagar) Cecep Kurniadi kepada Rakyat Garut, Minggu (24/11).

Cecep menuturkan, dalam aksi meninggalkan kelas dan tempat kerja nanti, para guru dan pegawai honorer di Kabupaten Garut akan melaksanakan doa bersama yang dipusatkan di Jalan Patriot Kecamatan Tarogong Kidul.

Dalam doa bersama ini, pihaknya juga akan menyuarakan tiga tuntutan. Pertama, mendesak pemerintah daerah baik eksekutif maupun legislatif untuk memberikan dukungan secara tertulis kepada pemerintah pusat agar presiden dan Menpan RB untuk segera merevisi UU No 05/2014 tentang ASN, atau menerbitkan jenis payung hukum yang lainnya.

Kedua, mendesak pemerintah daerah baik eksekutif maupun legislatif supaya mengusulkan secara tertulis bahwa persyaratan mengikuti seleksi CPNS tentang batasan usia dilakukan saat usia pelamar tersebut menjadi pegawai honorer atau mulai bekerja, bukan usia saat ini. Dimana banyak honorer sudah bekerja sudah puluhan tahun lamanya serta sudah lama mengabdi.

Ketiga, mendesak pemerintah daerah baik eksekutif maupun legislatif supaya mengusulkan secara tertulis kepada pemerintah pusat agar memberikan kesejahteraan sesuai dengan UMR kabupaten atau kota masing-masing sambil menunggu regulasi perubahan status dari pemerintah pusat.

“Jadi kami imbau kepada rekan-rekan honorer di Garut untuk ikut dalam kegiatan ini untuk menyuarakan tuntutan kepada pemerintah pusat untuk perbaikan nasib,” terangnya.

Dia menerangkan, aksi mogok kerja atau meninggalkan ruang kelas bagi honorer ini sudah tertera dalam Undang-undang No.13/2003 & Kepmen 232/2003, bahwa mogok kerja bagi guru honorer secara serempak dan meninggalkan kelas sah diatur oleh peraturan dan perundang undangan.

”Aksi ini juga hasil kesepakatan bersama antara organisasi yang menaungi ho­norer di Ka­bupaten Garut yaitu PGRI, FHKG dan Fagar,” terangnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.