Guru Kreatif Orang Tua Aktif, Kunci Sukses PJJ Siswa

45
0
Kusmiatun, Praktisi Pendidikan
Kusmiatun, Praktisi Pendidikan

TASIK – Guru kreatif dan orang tua siswa aktif, itulah kunci sukses anak belajar dari rumah, sehingga keduanya mesti membangun kolaborasi demi memaksimalkan kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Demikian dikatakan praktisi pendidikan Kusmiatun.

Kepala SMPN 20 Kota Tasikmalaya periode 2014-2020 ini mengatakan momentum dalam belajar dari rumah ini, penting adanya komunikasi efektif antara guru dan orangtua. Dengan begitu akan tau bagaimana perkembangan belajar siswa di rumah.

”Perlunya saat ini guru dan orangtua melakukan kerja sama dalam membangun kepercayaan siswa belajar dari rumah,” katanya kepada Radar, Selasa (13/10/2020).

Kerja sama ini, sambung Kusmiatun, dapat membangun motivasi siswa agar bisa terus semangat belajar meskipun dari rumah.

“Selama PJJ ini guru harus mencari cara bagaimana mengajar baik dengan lewat daring. Selanjutnya dilanjutkan pembimbingan oleh orang tua selama menemani anaknya belajar,” ujarnya.

Selain itu, dia memahami adanya wabah Covid-19 kegiatan proses belajar mengajar terasa berat. Buktinya sebelum pandemi daya serap pemahaman siswa hingga 90 persen. Sedangkan setelah berjalan ini kurang dari 50 persen.

“Jadi selama pandemi Covid-19 partisipasi siswa dalam belajar menurun. Itu karena keterbatasan pemahaman IT guru dan orang tua, kejenuhan siswa, dan belum banyaknya materi pembelajaran yang kreatif,” katanya.

Oleh karena itu, guru harus bisa mampu memanfaatkan media teknologi pembelajaran daring. Selanjutnya ditingkatkan agar lebih inovatif. “Berarti guru dalam penyampaian bahan ajar menjadi menarik. Apalagi itu anak yang baru naik tingkat, pasti sangat perlu bimbingan kepada guru,” ujarnya.

Di sisi lain guru juga jangan terlalu dibebankan administrasi. Yang terpenting rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berjalan. Artinya mereka butuh kebebasan dan diberikan suasana nyaman, bukan tekanan.

“Guru itu butuh suasana kerja nyaman, kebebasan, dan tanpa tekanan. Nantinya mereka lebih berkembang dan menemukan inspirasi secara alamiah dalam pembelajaran daring,” kata dia.

“Kemudian guru dalam belajar bisa terencana dan terukur serta administrasi juga bisa terlengkapi,” tambahnya.

Kemudian di saat bersamaan, bela­jar daring harus ada peran orang tua. Walau siswa itu, sudah diberikan pinjaman buku pegangan dan pembelajaran daring kepada gurunya.

“Orang tua diwajibkan mendampingi belajar anaknya. Karena pendidikan ke­luarga mencapai 70 persen dan sekolah hanya 30 persen,” ujarnya.

Termasuk membantu dalam melaksanakan pendampingan pendidikan karakter anak. Bagaimana orang tua mencontohkan kebiasaan keagamaan. Mulai mengaji, salat, dan lainnya.

“Untuk pembentukan akhlak mulia harus dibangun sejak sekarang.
Maka pembiasaan yang ada di sekolah dilanjutkan di rumahnya masing-masing dengan pemantauan dari orang tuanya,” kata dia ramah. (riz)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.