Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
18%

82%

Guru Ngaji di Pameungpeuk Garut Dibanting Kursi lalu Dikeroyok 5 Pria tak Dikenal

256
0
Uyu dipapah warga karena mengalami luka memar di sekujur tubuh akibat dianiaya lima orang misterius, tadi subuh. (foto; istimewa)

PAMEUNGPEUK – Penganiayaan terhadap tokoh atau guru agama terus terjadi. Jika di Kabupaten Ciamis, seorang guru ngaji di setrum lalu dipukuli pria misterius, kemarin malam.

Nah,Rabu (28/2/2018) dini hari tadi, penganiayaan terhadap para tokoh agama Islam kembali terjadi di Kabupaten Garut. Sama dengan kasus di Ciamis, seorang guru ngaji yang juga marbot Masjid Agung Pameungpeuk bernama Uyu (60) dikeroyok lima orang tak dikenal di dalam mesjid saat menjelang shalat subuh.

BACA: Di Ciamis, Guru Ngaji Disetrum Lalu Dipukul Pria Misterius

Peristiwa yang menimpa korban terjadi sekitar pukul 04.00. Saat itu korban hendak melaksanakan shalat sunat, tiba-tiba datang lima orang tanpa ba bi bu langsung menghajarnya.

“Saya tiba-tiba dipukul dari belakang pake kursi dan kepala saya diikat sorban kemudian di tarik ke belakang, ” ujar Uyu kepada wartawan, saat ditemui di rumahnya di Kampung Lebak Desa/Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut.

BACA: Penganiayaan Ulama Terus Terulang, Pelaku seperti Tantang Aparat

Uyu menceritakan, ketika dipukul kursi dirinya langsung jatuh. Saat itu para pelaku langsung menendang dan menginjak-injak dirinya.

“Saya merasa para pelaku ini pake golok juga memukul saya,” ujarnya.

Setelah puas menghajarnya, kata dia, para pelaku langsung meninggalkannya. “Melihat saya sudh terbaring, mereka langsung pergi, ” terangnya.

Uyu mengaku, sebelum penyerangan itu berlangsung, dalam beberapa hari sebelumnya pernah didatangi sekelompok orang tak dikenal menggunakan mobil. Mereka menanyakan keberadaan Ketua MUI Kecamatan Pameungpeuk, KH Hasan Basari.

BACA: Lagi dan Lagi, Tadi Malam Ustaz Diseret lalu Dicekik Pakai Sorban oleh Pria Bertopeng

“Saya milih bungkam tak memberitahu karena curiga akan keselamatannya,” kata dia.

Akibat peristiwa itu, dia mengalami luka lebam di muka, tangan dan kaki. “Beruntung saya hanya mengalami luka-luka dan tak terjadi apa-apa,” lirihnya.

Terpisah, Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengaku akan segera melakukan cek lapangan ke tempat kejadian perkara. “Nanti saya cross check dulu ya, kan kejadiannya baru subuh tadi,” ujarnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.