Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
17%

83%

Guru Ngaji Sekaligus Marbot Masjid di Pameungpeuk Garut yang Dianiaya, Ternyata Rekayasa

325
0
Marbot masjid Uyu sedang menjalani perawatan di Puskesmas Pameungpeuk, Kabupaten Garut. (foto; Istimewa)

GARUT – Berita penganiayaan marbot masjid Agung Istiqomah Pameungpeuk Garut bernama Mang Uyu membuat heboh jagad maya. Mang Uyu mengaku dianiaya 5 orang tak dikenal.

Kabar itu menyebar luas hingga viral di media sosial. Informasi tersebut ditambahkan dengan bumbu-bumbu berbau hoax hingga terkesan menyeramkan.

Polda Jabar yang mendapatkan informasi dugaan penganiayaan marbot masjid langsung bergerak. Polisi bergerak untuk melakukan penyelidikan.

Setelah diperiksa, polisi tidak menemukan bukti-bukti penganiayaan marbot masjid di Garut, seperti yang tersebar di media sosial.

BACA: Guru Ngaji di Pameungpeuk Garut Dibanting Kursi lalu Dikeroyok 5 Pria tak Dikenal

Polisi pun menyimpulkan bahwa Uyu sengaja merekayasa penganiayaan dirinya agar mendapatkan perhatian. Ia merobek pakaiannya seolah-olah dianiaya orang lain.

“Tidak ditemukan adanya luka sedikit pun pada tubuh sebagaimana pengakuan korban dibacok oleh pelaku sebanyak lima orang,” ujar Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto dalam keterangannya, Rabu (28/2).

Dirkrimum Polda Jabar Kombes Umar S Fana menambahkan, dari hasil penyelidikan, tidak ditemukan adanya jejak orang maupun kendaraan di sekitar masjid.

Umar menambahkan, sobekan baju milik Uyu sangmencurigakan. Baju itu robek bukan dengan senjata tajam, tetapi seperti disengaja. Padahal, Uyu mengaku dibacok.

Setelah didesak, akhirnya Uyu mengakui bahwa dia merekayasa penganiayaan dirinya. Ia merobek bajunya seolah-olah dirinya dianiaya orang tak dikenal.

“Uyu mengaku perstiwa tersebut merupakan rekayasa. Adapun motifnya adalah masalah ekonomi di mana korban selaku marbot masjid tidak ada yang memperhatikan,” bebernya.

“Dari fakta-fakta di atas kesimpulan sementara, bahwa kejadian tersebut adalah rekayasa korban yang meminta diperhatikan sisi ekonominya dengan penghasilan Rp 150.000 per bulan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, marbot Masjid Agung Istiqomah Alun-alun, Kampung Kaum Tengah, Desa Pamengpeuk, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut dikeroyok lima orang tak dikenal. Akibatnya, kepala, tangan, dan kaki korban mengalami memar.

Kejadian bermula pada pukul 04.00 WIB atau menjelang Subuh. Dari keterangan korban, ia mengaku mulutnya dililit pakai surban.

“Mulut korban diikat pake sorban. Tangannya dipukul, kemudian diikat ke belakang. Kepalanya dibacok pake golok, tetapi hanya kopiahnya yang sobek,” bebernya kepada awak media.

Kemudian Uyu dipukul pakai kursi kepala bagian belakang sebelah kanan, dadanya diinjak, kaki sebelah kiri diinjak, dan tangan kiri dipukul berkali-kali.

Uyu mengaku tidak mengenal para pelaku. Namun pelaku sempat menanyakan keberadaan ketua MUI Pameungpeuk Garut.

(one/pojoksatu)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.