Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.2%

2.3%

53.8%

6.8%

0.7%

12.9%

0%

23.2%

0%

Guru Non PNS Harus Diperhatikan

34
0

CIAMIS – Komisi A DPRD Kabupaten Ciamis meminta Pemkab Ciamis memperhatikan nasib guru non PNS. Hal itu penting, karena saat ini peran mereka besar saat Ciamis masih kekurangan guru PNS.

Sekretaris Komisi A DPRD Ciamis Nopi Zaenudin menjelaskan tenaga pendidik atau guru non PNS mampu mengambil bagian untuk ikut meningkatkan kualitas pendidikan di Ciamis.

“Andai tidak ada guru non PNS akan lebih banyak terjadi keku­rangan guru di setiap sekolah. Oleh karena itu pemerintah daerah juga harus bisa memperhatikan guru non PNS dari sisi kesejahteraan dan peningkatan kapasitas,” ujar Nopi di ruang kerjanya Selasa (3/12).

Pemkab Ciamis juga, kata dia, saat melakukan rekrutmen PNS memperbanyak kuota formasi untuk tenaga pendidik.

Anggota Komisi A DPRD Ciamis Nur Muttaqin SHI berharap pemerintah pusat memperhatikan kebutuhan guru di daerah, seperti di Kabupaten Ciamis. Karena, setiap tahun saja guru yang pensiun mencapai 700 orang. Dia berharap Kabupaten Ciamis mengajukan kuota 600 lebih setidaknya bisa terpenuhi.

“Saya harap pemerintah pusat memprioritaskan tenaga guru di daerah atau setidaknya para honor angkat jadi PNS,” tandasnya.

Kabupaten Ciamis sampai saat ini masih kekurangan tenaga pendidik. Setiap tahunnya, ada 700 guru yang pensiun.

Ketua Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Ciamis H Tatang, sebelumnya, menyampaikan dari 10.000 anggota Korpri, sebanyak 1.300 diantaranya pensiun. Dari 1.300 itu, 700 diantaranya tenaga pendidik atau guru.

“Memang Ciamis ini keku­rang­an tenaga pendidik, ka­rena jumlah pensiun guru tiap tahun sekitar 700 orang,” ujar Tatang yang juga Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Senin (2/12) siang di Taman Lokasana Kabupaten Ciamis.

Jumlah guru PNS yang pensiun dengan jumlah guru PNS yang direkrut belum sebanding. Tahun ini, Ciamis mendapatkan kuota 277 orang. Itu untuk semua formasi. Sedangkan, kuota untuk tenaga pendidik dan kependidikan 155 orang. Jumlah tersebut tidak bisa menutup kekurangan guru di Kabupaten Ciamis.

Makanya, dengan banyaknya guru yang pensiun sampai 700 orang dampaknya terjadi kekosongan di SD maupun SMP di berbagai wilayah di Kabupaten Ciamis.

“Makanya, untuk mengatasi kekosongan tersebut disiasati dengan guru rangkap bahkan keberadaan guru honorer atau sukwan di sekolah sangat membantu kekosongan itu,” ujarnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.