Guru PAUD Idrisiyyah Tasik Berlatih Kreatif & Inovatif

102
0
PELATIHAN. Puluhan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Ponpes Idrisiyyah Tasikmalaya mengikuti pelatihan cara mendidik anak usia dini. RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA
PELATIHAN. Puluhan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Ponpes Idrisiyyah Tasikmalaya mengikuti pelatihan cara mendidik anak usia dini. RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Puluhan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Ponpes Idrisiyyah Tasikmalaya mengikuti pelatihan cara mendidik anak usia dini dengan tema  Manajemen Komunikasi Yang Komunikatif, Efektif dan Rekatif di Joglo Ponpes Idrisiyyah, Sabtu (18/7).

Kepala Divisi Prasekolah Pompes Idrisiyyah Asep Saeful Millah mengatakan, kegiatan ini dalam rangka mempersiapkan tahun ajaran baru. Di moment tahun ajaran baru ini spirit dan kemampuan guru-guru harus senantiasa ditingkatkan.

“Ini sudah menjadi program lembaga di tiap divisi, khususnya divisi prasekolah  sudah ada program yang namanya peningkatan skill keilmuan. Terutama mengasah kesabaran dan kebahagiaan untuk menghadapi anak-anak yang memang masuk kategori usia dini,” ujarnya.

Asep menjelaskan, pembelajaran anak PAUD tahun ajaran baru ini menggunakan sistem sentra, sebab metode pembelajaran kelompok sudah tertinggal.

Dengan menggunakan sistem sentra, ujar Asep, anak bisa lebih aktif. Jika di tingkat menengah atau atas itu seperti Kurikulum 2013, si anak diberikan peluang dan kesempatan bagaimana lebih aktif dalam belajar dan mempelajari ilmu yang disampaikan oleh guru.

“Kalau di prasekolah sebetulnya fleksibel, ada yang memang menggunakan ruang kelas dan ada juga yang di luar kelas. Sistemnya indoor dan outdoor, karena memang disesuaikan dengan 8 tema yang ada,” kata dia.

Asep mengungkapkan, beberapa di antaranya ada tema alam sehingga belajarnya dilakukan di luar kelas. Jadi, setiap harinya siswa belajar dengan tema yang berbeda, selain tema alam ada juga tema keagamaan dan lainnya.

Untuk tema alam, kata ia, memiliki objek tersendiri yang ada di Idrisiyyah, di antaranya terdapat beberapa binatang yang ada di lingkungan pesantren.

“Kita juga dalam pembelajaran memiliki tema keagamaan, yakni bagaimana anak mengenal masjid sebagai rumah Tuhannya dan sebagai rumah peribadatannya,” terang Asep.

Menurut Asep, pembelajaran seperti ini cukup efektif. Pasalnya, dalam hal ini guru, anak serta orang tua dilibatkan untuk memahami bagaimana konsep belajar di lembaga dan diterapkan juga di rumah.

“Kami tidak mau di lembaga menerapkan konsep A, sementara di rumah konsepnya C  sehingga tidak sinergi. Demi kesuksesan keberhasilan belajar anak,  maka harus bersinergi antara lembaga dengan orang tua,” ujarnya.

Asep menambahkan, jumlah siswa baru Kober dan RA yang ada di lembaga pusat Idrisiyyah mencapai 40 anak ditambah dengan anak sebelumnya mencapai 100. Adapun gurunya sebanyak 36 orang.

“Prasekolah Idrisiyyah mulai dari usia 3 bulan ada yang namanya Tempat Penitipan Anak (TPA), nanti jika sudah menginjak usia 1 tahun 2 tahun 3 tahun masuk ke Kober. Usia  4, 5 sampai ke 6 tahun baru masuk ke SD,” ucap Asep.

Sementara itu, pemateri kegiatan Asep Mustofa mengatakan dalam kesempatan itu ia memberikan materi bagaimana menguatkan kekuatan rohani lewat pendekatan sains yang dasarnya Qurani.

“Kekuatan kita sebagai khalifah harus berbuat yang terbaik. Jadi nanti guru akan mencari sebuah kegiatan yang inovasi serta kreatif,” kata Asep. (obi) 

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.