Guru PAUD Tuntut Kesejahteraan

106
0
PELATIHAN. Guru PAUD se-Kabupaten Tasikmalaya mengikuti pelatihan akbar pendidikan holistik di Gedung Islamic Center, Selasa (2/7). RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

SINGAPARNA – Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kabupaten Tasik­malaya meminta pemerintah daerah memperhatikan kesejah­teraan guru PAUD. Hal itu terungkap saat Pelatihan Akbar Pendidikan Holistik Berbasis Karakter di Gedung Islamic Center, Selasa (2/7).

Ketua Himpaudi Kabupaten Tasikmalaya Mulatsih Sri Utami mengatakan, jumlah guru PAUD di kabupaten mencapai 5.000 orang lebih. Mereka sudah mengabdi cukup lama, namun sejauh ini kesejahteraannya masih belum layak. “Honor mereka setiap bulannya Rp 100.000 bahkan ada yang di bawah itu,” katanya kepada Radar disela acara.

Dia berharap pemerintah daerah bisa merealisasikan harapan-harapan para guru PAUD untuk mendapatkan kesejahteraan yang layak. “Alhamdulillah sudah ada sinyal dari bupati soal kesejahteraan gurun PAUD. Mudah-mudahan itu bisa benar-benar direalisasikan,” katanya.

Lanjut dia, hadirnya honor atau insentif bagi guru PAUD akan menjadi motivasi mereka untuk semakin giat dalam bekerja. Apalagi peran mereka sangat penting dalam membentuk karakter generasi di Kabupaten Tasikmalaya.

Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto mengatakan, memang ada rencana untuk memberikan in­sen­tif kepada guru PAUD. Namun, saat ini pen­dapatan asli daerah (PAD) kabupaten ma­sih kecil. Apalagi, tahun depan mulai mengalokasikan untuk biaya pemilihan kepala daerah. “Insyaallah ada cara lain, karena tidak harus selalu bica­ra dari APBD saja untuk masalah pem­berian insentif bagi guru PAUD, mu­dah-mudahan ada solusinya dan akan diusahakan,” kata dia.

Kepala Dinas Pen­di­dikan dan Ke­bu­daya­an Kabupaten Tasik­malaya Dadan Wardana menam­bahkan soal insentif guru PAUD sudah didukung oleh bupati untuk direalisasikan tahun depan. “Wacana pemberian insentif itu me­ru­pakan salah satu hal yang sudah semestinya diberikan oleh pemerintah. Para guru PAUD me­rupakan pahlawan bangsa dan mereka memiliki tugas untuk men­cerdaskan anak bangsa,” katanya.

Sejauh ini, kata dia, pemerintah baru bisa memberikan bantuan berupa pelatihan untuk meningkatkan kapasitas mereka. Namun, belum sampai kepada peningkatan kesejah­teraan. “Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan harapan guru PAUD soal kesejahteraan,” terangnya.

Loading...

Kepala Seksi PAUD pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya Sera Sani menjelaskan, sejauh ini guru PAUD belum mendapatkan insentif dari pemerintah daerah, karena masih keterbatasan anggaran. “Saat ini mereka hanya menerima bantuan insentif dari pemerintah pusat, itu pun berjenjang dan berdasarkan ajuan. Sekarang baru 700 guru yang sudah dapat insentif dari lima ribu guru yang ada,” paparnya.

Menurut dia, guru PAUD yang sudah mendapatkan insentif itu memiliki kriteria khusus. Salah satunya sudah masuk dalam data pokok pendidikan (dapodik). Namun tetap ditentukan pemerintah pusat soal penerimanya.(obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.