Guru Positif Corona, Garut Maksimalkan Kembali WFH

384
0
BERI KETERANGAN. Wakil Bupati dr Helmi Budiman memberikan keterangan soal antisipasi virus corona. Yana Taryana/ Radar Tasikmalaya

GARUT KOTA – Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman meminta para guru memaksimalkan kembali bekerja di rumah atau work from home (WFH).

Hal itu dilakukan karena meningkatnya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Garut dan adanya satu guru SMP di Garut positif corona.

Baca juga : Nasib 15 ABK Telantar & Kelaparan di Rumah Mewah di Cipanas Garut

“Kami meminta para guru untuk bekerja di rumah. Tugas untuk para siswa, juga bisa diberikan secara daring. Jangan sampai banyak orang datang ke sekolah,” ujar Helmi kepada wartawan Kamis (20/8).

Dengan adanya satu guru yang positif, pihaknya juga akan melakukan uji swab kepada para guru di sekolah tersebut.

“Harus diuji swab, terutama bagi orang yang kontak erat dengan guru itu. Jangan ada aktivitas juga di sekolahnya,” katanya.

Saat ini, Pemkab Garut tengah gencar melakukan uji swab. Hingga kini sudah ada 11 ribu orang yang telah menjalani uji swab. Sisanya sebanyak 16 ribu orang akan dilakukan hingga Desember.

“Per hari target kami bisa 200 orang yang di-swab. Kemampuan uji swab itu maksimal 280. Tenggat waktu hasil uji swab itu dua sampai empat hari,” ujarnya.

Sekolah tatap muka bagi SMA/SMK pun masih belum ditentukan waktunya. Saat ini Garut masuk zona orange karena kasus positif Covid-19 terus meningkat.

“Kalau sudah jadi zona kuning atau hijau, baru boleh ada tatap muka. Nantinya, para guru yang sekolahnya dibuka, juga harus menjalani swab test,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Garut Totong membenarkan ada salah seorang guru yang positif Covid-19. Guru tersebut terpapar dari luar sekolah.

“Cuma memang ada kontak erat karena yang bersangkutan pernah datang ke sekolah. Kami akan minta untuk diuji swab, terutama orang-orang yang bertemu di sekolah,” ucap Totong.

Totong meminta para guru untuk bekerja di rumah. Aktivitas ke sekolah, seminimal mungkin dikurangi. Jangan sampai, sekolah jadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Baca juga : Belajar Tatap Muka di Garut Tidak Diizinkan

“Sudah kami sarankan agar bekerja di rumah saja. Kasih tugas anak-anak secara daring. Apalagi belum ada izin dari gugus tugas membuka sekolah,” terangnya.

Hingga kini, sudah ada 71 kasus konfirmasi positif Covid-19 di Garut. Dari jumlah itu, sebanyak 48 kasus dinyatakan sembuh, satu orang isolasi mandiri, 19 isolasi di rumah sakit dan tiga orang meninggal dunia. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.