Guru se-Kota Tasik Sisihkan Rezeki untuk Warga Terdampak Covid-19, Seminggu Terkumpul Rp70 Juta

99
0
USAI WAWANCARA. Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Moh Dani usai diwawancara Radar mengenai gerakan donasi guru, Rabu (29/4).
USAI WAWANCARA. Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Moh Dani usai diwawancara Radar mengenai gerakan donasi guru, Rabu (29/4).

TASIK – Memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2020, guru dan tenaga kependidikan Se-Kota Tasikmalaya menyisihkan sebagian rezeki untuk masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Moh Dani mengatakan dalam waktu seminggu sudah terkumpul uang tunai Rp 70 juta dari 6 Cabang PGRI Se-Kota Tasikmalaya.

“Donasi ini akan dibelanjakan sembako, karena itu yang dibutuhkan oleh masyarakat,” ujarnya kepada Radar, Rabu (29/4).

Dani mengatakan, saat ini donasi masih berjalan di semua kecamatan. Bantuan akan disalurkan kepada orang tua siswa yang kurang mampu, guru ngaji, pedagang di lingkungan sekolah dan lainnya.

Pihaknya juga akan menyisir warga yang belum dapat bantuan dari pemerintah atau dari organisasi lain. Jadi prioritas yang belum menerima bantuan.

“Mekanismenya nanti dibagikan ketika peringatan Hari Pendidikan Nasional, rencananya tanggal 4 Mei. Launching-nya di masing-masing kecamatan dan dibagikan oleh anggota PGRI secara serempak,” kata dia.

Baca Juga : Alumni UBK Tasik Jadi Relawan Covid-19 di RS Darurat Wisma Atlet Jakarta

Menurut Dani, pada intinya bantuan ini nantinya diberikan kepada warga sekolah yang memang membutuhkan. Seperti orang tua murid yang tidak mampu atau penjaga kantin sekolah yang kehilangan penghasilan setelah adanya program learning from home.

“Donasi seperti ini diharapkan terus berjalan dan tidak hanya sekali saja. Jadi agenda rutin,” kata Dani.

Ketua PGRI Kota Tasikmalaya Bangbang Hermana mengajak seluruh anggotanya untuk mengobarkan semangat gotong royong dalam berbagi dan membantu masyarakat terdampak Covid-19, khususnya yang ada di lingkungan sekolahnya masing-masing.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para guru yang telah memberikan donasi. Semoga partisipasi yang diberikan bisa membantu masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya.

Baca Juga : STISIP Tawarkan 100 Beasiswa Bidikmisi

Kata Bangbang, uang yang telah terkumpul tidak akan dihabiskan secara langsung pada tanggal 4 Mei nanti. Pasalnya bakti sosial juga akan digelar pada moment lainnya seperti moment Lebaran.

Ia mengatakan, kuota tiap kecamatan akan berbeda-beda dan semua panitia dari PGRI kecamatan yang mendata penerima bantuan. Saat ini, donasi paling besar dari Kecamatan Indihiang. Pihaknya akan membuat paket sembako senilai minimal Rp 50 ribu per orang.

“Kita siap berkolaborasi dengan pihak mana pun dalam kegiatan memerangi wabah Corona. Bagi yang mau menyalurkan donasi melalui PGRI, kami siap menampung dan nantinya disalurkan kepada warga yang sangat membutuhkan,” katanya. (obi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.