H Arif Rahman: Vaksinasi Harus Sukses, Sosialisasi Harus Utuh

30
0
MENJELASKAN. Anggota DPRD Jabar H Arip Rachman SE MM menjelaskan soal vaksinasi yang harus dilaksanakan dengan sukses untuk pencegahan Covid-19.
MENJELASKAN. Anggota DPRD Jabar H Arip Rachman SE MM menjelaskan soal vaksinasi yang harus dilaksanakan dengan sukses untuk pencegahan Covid-19.
Loading...

ANGGOTA DPRD Jawa Barat H Arip Rachman SE MM meminta pemerintah provinsi dan daerah benar-benar fokus dalam melaksanakan vaksinasi. Karena ini menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan Covid-19.

Kata dia, saat ini vaskinasi Covid-19 mulai dilaksnakan, bahkan vaksinasi tahap pertama untuk kepala daerah dan tenaga kesehatan (nakes) sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Setelah itu, secara bertahap seluruh masyarakat akan dilakukan vaksinasi, kecuali yang mempunyai penyakit penyerta.

“Tentunya untuk vaksinasi masyarakat secara umum menunggu kedatangan vaksin saat ini. Dibutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun sampai tuntas seluruhnya mendapatkan vaksinasi,” kata dia.

Sejauh ini, kata dia, ketakutan di masyarakat bermacam-macam terhadap vaksinasi Covid-19. Mulai dari alasan takut divaksin karena belum pernah disuntik atau ada juga yang takut akal-akalan. “Padahal contohnya sudah ditunjukkan oleh presiden, berarti itu sudah dinyatakan aman dan halal,” ujar dia.

loading...

Dengan dibuktikan oleh figur seperti persiden dan para kepala daerah itu, tidak ada lagi alsan untuk tidak divaksin. Vaksin ini bukan obat tapi untuk meningkatkan kekebalan tubuh atau sistem imunitas.

“Kalau tidak mau divaksin harus menjaga kesehatan lebih ketat dan ekstra, karena tidak menutup kemungkinan bisa terpapar, apalagi virus ini sudah menyebar ke mana-mana,” kata dia, menjelaskan.

Baca juga : Pasien Covid-19 Meninggal di Kabupaten Tasik Terus Bertambah

Arip meminta, pemerintah daerah harus melakukan sosialisasi vaksin lebih giat dan tepat sasaran kepada masyarakat. Termasuk meberikan edukasi manfaat dari vaksin itu sendiri seperti apa. Karena memang di daerah kondisinya banyak yang belum paham soal vaksin dan mendapatkan informasi yang tidak utuh.

“Pemerintah daerah sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat harus tepat dalam sosialisasi pemberian vaskin itu agar diterima oleh masyarakat,” ujarnya, menyarankan.

Menurut dia, vaksinasi ini harus benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam pencegahan Covid-19. Apalagi Kabupaten dan Kota Tasikmalaya menjadi daerah yang paling tidak patuh menjalankan protokol kesehatan, khususnya memakai masker.

“Harus menjadi pekerjaan rumah kepala daerah soal kedisiplinan prokes. Apakah ini tidak ada ketegasan pemerintah atau kesadaran masyarakat yang belum, itu harus segera diketahui agar protokol kesehatan betul-betul dilaksnakan oleh masyarakat,” katanya.

Menurut dia, pemerintah daerah harus lebih ketat lagi mengingatkan warga masyarakatnya dan tidak cukup imbauan saja, tapi harus ada tindakn secara masif sehingga mereka lebih tertib. “Karena masyarakat kalu tidak disiplinkan susah juga ada aja yang lupa, melainkan harus ada posko titik tertentu untuk mengingatkan,” kata Arip. (yfi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.