H Jaka Hibahkan Putranya ke Dunia Politik

69

CIPEDES – Tokoh politik Kota Tasikmalaya H Jaka meminta doa restu kepada warga Cipedes dan Indihiang atas rencana putranya Riko Oktora SKom yang maju pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 di Daerah Pemilihan (Dapil) II.

“Saya meminta doa dan restu. Semoga masyarakat turut serta mendoakan supaya putra saya bisa diberikan kembali amanah dan kemudahan dalam menjalankan niat baiknya membela masyarakat,” terang dia di sela-sela tablig akbar di Masjid Jami At-Tazzaka Kelurahan Nagarasari Kecamatan Cipedes dengan menghadirkan penceramah KH Miftah Faried dari Manonjaya, Sabtu (1/12).

Riko terjun menjadi calon anggota legislatif (caleg) Kota Tasikmalaya untuk yang ketiga kalinya. Jaka pun mendorong anaknya untuk mengabdikan diri dalam memperjuangkan aspirasi umat.

“Saya hibahkan putra saya untuk memperjuangkan umat. Mengawal proses pembangunan untuk pelayanan masyarakat, lewat peranan anggota DPRD. Sebab, saya sudah merasakan dari 2004 sampai hari ini dalam politik tidak ada teman setia. Sudah sakit ditinggalkan silaturahmi,” keluh dia.

Jaka saat ini juga akan lebih fokus menyukseskan Riko yang memakai kendaraan politik PPP. Dia tidak akan lagi mengurus calon-calon DPR RI sebagaimana biasa dilakukan tahun-tahun politik sebelumnya. Keputusan ini dibuat lantaran wakil rakyat di pusat tidak memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan Kota Resik. “Sebenarnya saya pribadi ingin berhenti dari dunia politik. Tidak mau tertipu, mendorong caleg RI, tetapi seolah kacang lupa kulitnya. Maka suara kami untuk DPR RI nanti saja, menunggu yang siap dan komitmen membangun daerah,” papar pemilik PD Mas Mawar Jaya itu.

Jaka berpesan kepada masyarakat untuk tidak tenggelam dalam kerasnya gesekan politik. Berpikir cerdaslah dalam menentukan dukungan demi perubahan lima tahun ke depan.

Dia juga mengingatkan kepada kalangan aparatur sipil negara (ASN) untuk tidak terlibat dalam politik. Baik dalam mendukung keluarganya, maupun kerabat atau rekannya. Abdi negara itu harus netral dan bersikap profesional. Apalagi memangku jabatan yang strategis.

“Masyarakat jangan dipertontonkan politik yang tidak baik. Politik itu untuk membela masyarakat. Bukan malah menipu masyarakat. Apalagi sampai dicontohkan ASN. Saya sudah peringati wali kota dan Bawaslu. Namun sampai saat ini adanya indikasi ketidaknetralan oknum pejabat tak kunjung disikapi,” beber Jaka. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.