Beranda Ciamis H Oma Sasmita Wafat

H Oma Sasmita Wafat

84
0
BERBAGI
H Oma semasa Hidup

Bupati Ciamis Periode 1999-2004
CIAMIS – Bupati Ciamis Periode 1999-2004 H Oma Sasmita Sumardi SH MSi wafat. Dia meninggal di usia 70 tahun di Rumah Sakit Advent, Bandung Selasa (27/3) sekitar pukul 14.30.

Neneng (50) adik ipar H Oma Sasmita mengungkapkan Senin malam (26/3) dia pulang dari Buah Batu, Bandung. Sang suami, Dadang Suhendar, tidak ikut pulang. Ketika di Bandung, dia sempat bertemu kakak iparnya tersebut. Kondisinya terlihat sehat walafiat.
Namun, kemarin siang, suaminya menelepon. Dadang menyampaikan bahwa H Oma telah wafat di Rumah Sakit Advent. Ia pun kaget.

Rencananya, pagi ini Neneng akan berangkat ke Bandung karena almarhum dimakamkan di sana. “Saya kaget. Karena H Oma sebelumnya tidak mengeluhkan sakit. Jadi, kata suami, (H Oma) kejang-kejang sewaktu di rumahnya di Buah Batu, Bandung. Langsung dibawa ke RS Advent,” papar Neneng saat dihubungi Radar, melalui telepon.
Sepengetahuannya, H Oma memang punya riwayat tekanan darah tinggi. Bahkan, kepalanya pernah dioperasi dan dipasangi pompa kecil.

“Saya merasa kehilangan sekali karena saya kenal H Oma itu baik dan orangnya penyabar serta menyayangi adik-adiknya,” tuturnya.

Dia mengungkapkan H Oma merupakan sulung dari 11 bersaudara. Pria kelahiran Buah Batu, Bandung itu pernah menjabat bupati Ciamis periode 1999-2004. Sebagian besar keluarganya tinggal di sana.

Namun, terkadang H Oma pulang ke rumahnya di Perumahan Pesona Imbanagara Kabupaten Ciamis. Dia meninggalkan seorang istri bernama Hj Elis Rohayeti dan dua orang anak. (isr)

Dikenal Sering Melakukan Khuruj

MAMAN (53) mengaku mengenal H Oma Sasmita sekitar tiga tahun ke belakang. Saat itu dia masih menjadi preman di Terminal Ciamis. H Oma waktu itu mengajaknya ikut melakukan khuruj. Ia pun kemudian jadi pengawal H Oma dari masjid ke masjid, melakukan khuruj. Termasuk di Masjid Terminal Ciamis.

“Saya asalnya preman di Terminal Ciamis, seringkali bergelut di dunia kriminal. Salah satu yang mengajak saya khuruj juga beliau, hingga saya tobat sampai sekarang,” papar warga Jalan Yos Sudarso Kabupaten Ciamis ini.

Maman juga mengaku sering diajak H Oma bertemu para pejabat di Ciamis. Seperti H Iing Syam Arifin maupun H Herdiat Sunarya. Ia pun kaget ketika mendapat informasi H Oma meninggal dunia.

“Saya juga direncanakan akan ke Bandung, ingin melihatnya untuk yang terakhir,” pungkasnya. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here