Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
18%

82%

H Saleh Budiman Dikenal Para Kolega Sederhana Dan Ulet

693
0

TASIK – Wafatnya pemilik PO Budiman H Saleh Budiman pada Selasa (27/2) menyita perhatian publik. Para kolega mengutarakan kenangannya bersama sosok pengusaha sukses yang terkenal sederhana dan peduli tersebut.

Dalam catatannya, mantan Kepala Cabang BRI Tasikmalaya Nanang Saady bercerita. Tiga tahun lalu, tepatnya 3 Maret 2015 bersilaturahmi dengan H Saleh Budiman di pondok sederhana di salah satu Pul Bus Budiman di kawasan barat Kota Tasikmalaya.

Pertemuan silaturahim tersebut, kata Nanang, merupakan pertemuan dengan durasi terlama di antara pertemuan silaturahim yang sering dilakukan yang durasinya sangat pendek. “Saya maklum karena sebagai pengusaha, tentu jadwal kegiatannya sangat padat,” ungkapnya dalam catatannya yang diterima Radar Rabu (28/2).

Saat itu, sambil menikmati buah pisang raja sereh yang manis, Nanang berbincang dengan almarhum tentang banyak hal. Yang paling diingatnya yakni tentang upaya keras almarhum membangun rumah sakit di Kabupaten Pangandaran agar segera bisa dimanfaatkan bagi masyarakat.

Almarhum sempat bercerita tentang pembagian jadwal kontrol dan pengawasan pembangunan kepada putra-putrinya untuk menyempatkan waktu pergi ke Pangandaran.

Ketika itu, dia sempat menanyakan bagaimana kiat beliau mengelola ratusan driver yang mengendalikan bus dengan nilai ratusan miliaran rupiah. “Waktu itu, saya membayangkan bagaimana membentuk perilaku setiap driver yang mengelola sebuah bus mewah senilai Rp 1 miliar lebih,” tanya Nanang.

H Saleh pun menjawab. Dia tersenyum. Secara singkat menjawab: ”Mereka (awak angkutan, Red) itu bagian dari keluarga saya dan harus terus bersama-sama melayani masyarakat ke tempat tujuan dengan baik. Bus harus dirawat dan dikelola dengan baik, karena bus itu bagian dari kehidupan kita,” jawab ayahanda dari Wakil Wali Kota Tasikmalaya periode Ir H Dede Sudrajat MP ini kepada Nanang.

Menurut Nanang, kese­derhanaan H Saleh Budiman layak menjadi panutan. Meskipun sudah tergolong pengusaha besar, kepribadiannya tetap rendah hati.

Nanang menceritakan ketika H Saleh sering datang ke Kantor Cabang BRI Tasikmalaya untuk keperluan transaksi perbankan. Beliau lebih memilih ikut berbaur dan mengantre seperti nasabah umumnya.

Padahal, Nanang kala itu telah menawarkan jika H Saleh hendak melakukan transaksi, pihaknya siap mengirim staf untuk melayani ke kediaman atau kantor. ”Tetapi beliau lebih senang datang ke kantor, supaya bisa mengobrol bersama teman-teman staf BRI maupun nasabah lain,” kenangnya.

Kenangan juga datang dari tokoh Tasikmalaya Drs H Syarif Hidayat MSi. Menurutnya, almarhum H Saleh Budiman merupakan figur yang memiliki karisma dalam bidang entrepreneur. Ditambah lagi dengan keuletannya yang bisa menjadikannya pengusaha sukses.

“Almarhum sosok yang bisa dipercaya. Terbukti dengan jaringan usahanya yang terus berkembang sampai saat ini. Kalau tidak dipercaya, tidak mungkin bisa punya usaha yang besar,” ungkapnya kepada Radar.

Di tambah lagi, kesuksesan yang dia dapat bukan merupakan warisan dari orang tuanya. Tetapi murni hasil keringat sendiri. Hal itu menunjukkan bahwa almarhum merupakan seorang pengusaha yang memiliki mental tangguh. “Itu hasil dia sendiri. Bukan pemberian orang tua,” jelasnya.

H Syarif sendiri punya pengalaman kedekatan dengan almarhum terutama ketika dia berpasangan dengan putra H Saleh, H Dede Sudrajat di Pilkada Kota Tasikmalaya 2007. Pasangan Syarif Hidayat-Dede Sudrajat kala itu memenangkan hajatan demokrasi lima tahunan itu. “Saya punya sejarah juga bersama beliau,” kenang ketua PD Muhammadiyah Kota Tasikmalaya ini. (red/rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.