Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
17%

83%

Kerusuhan Papua, “Habis Barang-Barang di Toko Saya”

25
0

Momon (69), salah satu perantau menceritakan kerusuhan Senin (23/9) di Wamena, Papua. Saat itu dia baru membuka toko tempat usahanya. Sekitar pukul 09.00 WIT terlihat anak sekolah terlibat keributan. Karena takut, pintu atau rolling door tokonya langsung ia tutup.

“Mereka mengejar, saya lari. Toko di sebelah saya dibakar dan orangnya dibunuh,” kata dia di Garut.

Hari itu, Momon berhasil kabur. Dia melarikan diri ke Kodim Jayawijaya di Wamena. Sambil berlari, Momon melihat tokonya juga dirusak. Alih-alih menyelamatkan barangnya, ia lebih memilih melindungi nyawanya. “Habis barang-barang di toko saya,” kata lelaki yang menjual gorden itu.

Selama kerusuhan pecah, ia mengungsi ke Kodim Jayawijaya. Di sana dia mengungsi sekitar sepekan. Akhirnya datang pesawat Hercules hendak membawa para pengungsi ke tempat yang lebih aman, Kota Jayapura.

Di Jayapura, Momon bersama para pengungsi lainnya bertahan 10 hari, sebelum akhirnya Pemprov Jabar menjemput mereka untuk kembali ke kampung halamannya.

Selama berada di pengungsian, pikiran Momon memang selalu mengarahkan untuk pulang. “Memang niatnya juga ingin pulang, karena keadaan mencekam,” ujarnya mengenang.

Ade Toto (60), perantau lainnya mengisahkan. Saat kejadian, dia sedang berada di rumah. Saat itu dia baru saja memanaskan motornya. Tadinya akan berkeliling. Dia sehari-hari berjualan hiasan dinding. Namun, dia tidak jadi berjualan karena terjadi kerusuhan.

“Saya balik lagi ke rumah. Saya diam di rumah. Karena dekat Kodim, agak aman,” katanya.

Keesokan harinya, Ade mengungsi ke Kodim bersama teman-temanya agar keamanannya lebih terjamin. Selama sepekan ia tinggal di Kodim Jayawijaya, meski sesekali pulang ke rumah karena jaraknya dekat. Setelah itu, ia diterbangkan ke Jayapura bersama para pengungsi lainnya.

“Saat itu kondisi di Wamena masih mencekam ketika mengungsi ke Jayapura. Bahkan, ada kabar ada penjarahan setiap malamnya,” ujarnya,

Ia merasa, yang menjadi target dalam kerusuhan adalah warga pendatang. Padahal, menurut dia, sebelumnya antarwarga tak pernah terjadi masalah. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.