Kondisi Gunung Anak Krakatau Alami Erupsi, Korban Terus Bertambah

Habis Tsunami, Kini Banjir Melanda Para Korban

15

JAKARTA – Posko pengungsian di Pandeglang, Banten masih dipadati warga. Kondisi makin diperparah dengan banjir yang menggenangi Pasar Labuhan, akibat meluapnya Sungai Cipunten Agung, sungai yang bermuara di Pantai Carita.

“Namun baru kali ini banjir sebesar ini. Warga juga belum kembali ke rumah masing-masing. Apalagi sekarang tengah banjir,” terang Koordinator posko pengungsi Labuan Abu Salim, kemarin (26/12).

Ditambahkan, empat hari setelah tsunami akibat runtuhan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda masih banyak warga yang memilih tinggal di posko pengungsian.

“Apalagi pada malam hari atau kabar tentang air laut pasang dan aktivitas GAK merebak,” imbuhnya.

Warga memilih tidur berdesakan di posko seperti di lapangan futsal Labuan atau di masjid-masjid yang tak jauh dari terminal bus Labuan. Lokasinya memang termasuk cukup tinggi sehingga warga merasa lebih aman.

Banjir rata-rata setinggi pinggang orang dewasa. Warga Pasar Labuhan Samin mengaku bahwa banjir terjadi sejak pukul 06.00. Banjir menggenangi hampir sembilan desa.

“Karna Banjir ini banyak yang mengungsi ke kecamatan,” tuturnya.

Kabagpensat Divhumas Polri Kombespol Yusri Yunus membenarkan adanya peristiwa banjir tersebut. Polda Banten masih berupaya membantu segera mengalirkan air.

“Kami berupaya mengambil barang-barang yang menghambat aliran air,”ujarnya.

Nah, akibat banjir itu, lanjutnya, memang terjadi pengungsian di sejumlah titik. “Yang pasti, Polri akan membantu para pengungsian. Jadi ada dua pengungsi karena tsunami dan karena banjir,” terangnya.

Sementara itu korban Tewas akibat tsunami di Selat Sunda terus bertambah seiring masih terus dilakukannya operasi pencarian dan penyelamatan (SAR).

Hingga kemarin (26/12) pukul 13.00 tercatat 430 orang meninggal dunia dan 159 lainnya hilang.

Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.495 luka dan jumlah pengungsi mencapai 21.991 orang.

Sementara kerusakan properti meliputi 924 rumah, 73 penginapan, 60 warung, 434 perahu dan kapal, 24 kendaraan roda 4, 41 kendaraan roda 2, dan masing-masing 1 dermaga dan shelter.

Pemerintah Kabupaten Pandeglang telah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari terhitung sejak sabtu (22/12) hingga jumat (4/1) Januari mendatang.

Sementara Kabupaten Lampung Selatan menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari dimulai pada minggu (23/12) hingga Sabtu (29/12) mendatang.

Kapusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan operasi SAR yang dilakukan oleh petugas gabungan difokuskan untuk mencari korban baik di laut maupun di daratan.

Sementara distribusi bantuan logistik difokuskan untuk menjangkau daerah-daerah yang belum terjangkau. Utamanya di Kecamatan Sumur di selatan Pandeglang.

Dari sekitar enam desa yang sebelumnya terisolasi di Kecamatan Sumur, Pandeglang, petugas sudah berhasil mencapai Taman Jaya dan Tunggal Jaya di Kecamatan Sumur. “Sudah didirikan rumah sakit lapangan juga di sana,” kata Sutopo kemarin.

Sutopo mengatakan bantuan logistik dialirkan melalui beberapa jalur. Yakni jalur darat, laut dan udara. Jalur darat masih sulit karena selain banyak ruas jalan yang rusak, banyak masyarakat yang berseliweran mencari keluarganya, atau mencari tempat yang aman.

“Bahkan ada beberapa yang datang dari luar daerah. Mereka mencari kabar akan keluarganya. Ada yang cuma penasaran pengen liat-liat tsunami,” katanya.

Ada total 11 helikopter yang dioperasikan baik untuk SAR dan dropping logistik ke area-area yang masih terisolasi.

Sutopo mengatakan, bahwa operasi SAR kerap terganggu karena faktor cuaca ekstrim dan isu tsunami susulan yang membuat banyak petugas takut mendekat ke pantai. “Bahkan di labuan sekarang terjadi banjir,” katanya.

Sementara itu, Kemenhub mengevakuasi total 1.200 orang penduduk dari Pulau Sebuku dan Sebesi. Komplek kepulauan yang terdekat dengan Krakatau.

Para penduduk tersebut diangkut dengan kapal ferry ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Selanjutnya seluruh pengungsi dibawa ke Pendopo Kabupaten Lampung Selatan, tutur Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo.

Agus mengatakan Kementerian Perhubungan akan terus berupaya memberikan dukungan dan bantuan kepada para korban tsunami di Selat Sunda. Aktivitas GAK yang terus meningkat membuat beberapa warga pulau Sebesi memilih untuk mengungsi.

Namun, menurut salah satu warga Pulau Sebesi, Nurahman, masih banyak juga yang memilih tetap tinggal di pulau dan menjaga rumahnya.

“Ada sekitar 1.500 an orang yang masih di Sebesi. Mereka tinggal karena rumah mereka disini sejak dahulu,” katanya saat dihubungi lewat telepon.

Sesuai rekomendasi dari BMKG, BPBD Pandeglang dan Banten menghimbau pada masyarakat untuk tidak beraktivitas di area 500 meter dari pantai untuk mengantisipasi adanya tsunami susulan.

Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Geologi terus memantau aktivitas tremor Gunung Anak Krakatau (GAK).

Selain itu juga melakukan pemantauan kondisi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi. Sebab kondisi tersebut dapat memicu longsor tebing kawah ke laut dan memicu terjadinya tsunami.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebutkan BMKG meminta masyarakat di pesisir pantai selat Banten tetap waspada.

“Menghindari lokasi pesisir atau pantau dalam radius 500 meteri hingga 1 km,” katanya.

BMKG belum menginformasikan peringatan ini bakal diberlakukan sampai kapan. Sebab kondisi GAK terus mengalami erupsi.

Secara umum kondisi cuaca di sekitar GAK diperkirakan hujan ringan hingga sedang pada malam sampai dini hari.

Sementara itu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, juga berpotensi mengguyur sekitaran GAK. Sementara itu angin bertiup ke arah barat daya dan barat dengan kecepatan maksimum 20-25 km/jam.

BMKG juga memantau tinggi gelombang laut di sekitaran GAK. BMKG memperkirakan tinggi gelombang berkisar 0,75 km sampai 1,5 km pada 25 Desember. Kemudian pada 26 Desember tinggi gelombang bisa mencapai 2 meter pada siang hari dan 1,25 meter pada malam hari. (tim/fin/ful)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.