Hadapi Pandemi, Kapasitas Pelaku Usaha di Kabupaten Tasik Ditingkatkan

69
0
radartasikmalaya
Pengusaha restoran, hotel dan travel agen serta kepada pengelola wisata di Kabupaten Tasikmalaya mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas pelaku usaha di Hotel Harmoni, Rabu (02/12). radika robi/ radartasikmalaya.com

KABUPATEN TASIK – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tasikmalaya menyelenggarakan kegiatan peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha Pariwisata di Kabupaten Tasikmalaya bagi Pengusaha restoran, hotel dan travel agen serta kepada pengelola wisata di Hotel Harmoni, Rabu (2/12).

Ketua penyelenggara kegiatan, Aye Rahmat Hidayat mengatakan, kegitan tersebut merupakan peningkatan kapasitas yang diarahkan pada bagaimana para peserta memahami prosedur dan mekanisme bagaimana mendapatkan sertifikasi usaha.

“Ini merupakan pembekalan ilmu bagi mereka, bagaimana mereka mendapatkan sertifikasi,” ujarnya kepada Radar.

Kata dia, menurut data yang dihimpun oleh pihaknya memang perusahaan yang ada di Bidang Pariwisata seperti hotel, travel agent dan restoran, belum memiliki sertifikasi.

Padahal, hal itu dinilai cukup penting untuk memenuhi standar pelayanan yang baik. Pasalnya, sertifikasi ini, intinya membuat standr pelayanan.

Jadi kalo bersertifikasi, maka itu standar pelayanan sudah bagus. Di Kabupaten Tasik baru beberapa yang telah bersertifikasi, sisanya diajak untuk berbagi ilmu bagaimana memiliki sertifikasi.

Ada beberapa unsur yang harus dipenuhi, seperti dari segi SDM, Managemen dan segi Mutu Pelayanan.

“Ketiga unsur ini dibahas bagaimana meningkatkan skil dan kemampuan, attitude dan SDM. Bagaimana pengelolaan managerial di perusahaan itu. Selain itu meningkatkan mutu layanan,” ucapnya.

Kata dia, idealnya memang pemerintah dapat membantu, melalui insentif untuk membuat sertifikat. Namun sejauh ini belum mampu, baru bisa memfasilitasi pembekalan ilmunya saja.

Para pelaku usaha juga dibekali berbagai ilmu strategi usaha, terutama di masa pandemi ini.

Jadi mereka bisa survive di masa pandemi seperti saat ini. Pasalnya sektor pariwisata adalah sektor yang paling terpukul dengan adanya pandemi covid-19 ini.

Sehingga pihaknya berusaha memberikan pembekalan minimal tidak sampai gulung tikar.

“Banyak hotel, pengusaha kuliner yang terpukul karena memang ngedrop kurangnya pengunjung dan konsumen. Wisatawan yang berkunjung jauh sekali dari biasanya, bahkan turun drastis yang otomatis berdampak kepada pelaku usaha. Jarang yang menginap di hotel,” tutur dia.

Salah satu Nara sumber dari Lembaga sertifikasi usaha (LSU) Bakti Persada Pariwisata, Dewi Nurcahyati mengatakan, banyak objek wisata yang bisa dikembangkan di Kabupaten Tasikmalaya, termasuk oleh-oleh cinderamata khas buatan masyarakat.

Dengan berbagai macam kemasan yang cantik dan sedemikian rupa dikemas dengan bagus dan bisa di ekspor.

“Pelaku usaha harus memiliki komoditi unggulan. Banyak potensi yang perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Lanjut Dewi, ada beberapa yang harus diperhatikan seperti penginapan bagi wisatawan.

Turis asing lebih suka ditempatkan di home stay dari pada di hotel. Sehingga dengan sumber daya alam yang sangat banyak perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Saya lihat Dinas sangat support untuk pariwisata di Tasikmalaya. Semua harus siap mengembangkan wisata. Pengusaha restoran, hotel dan home stay, tolong diperhatikan. Perizinan juga semua harus lengkap,” terangnya.

(radika robi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.