Hadirkan Solusi bagi Masyarakat

56
0
BERMAIN MUSIK. Mahasiswa dari Indonesia, Thailand dan Filipina memainkan alat musik calentung pada malam kebudayaan SEED Unpar 2019 di Halaman Kantor Kecamatan Selaawi Rabu malam (3/7). Yana Taryana / Rakyat Garut

SELAAWI – Mahasiswa Indonesia, Thailand dan Filipina yang menjalankan program Social Enterprise for Economic Development (SEED) sudah menghasilkan banyak rekomendasi. Salah satu rekomendasi yang diberikan dalam kegiatan bakti masyarakat di Kecamatan Selaawi itu yakni pemanfaatan limbah bambu.

“Salah satu solusi yang diberikan soal limbah bambu. Bambu ini bisa zero waste, tak ada yang terbuang,” ujar Camat Selaawi Ridwan Effendi kepada wartawan usai kegiatan malam kebudayaan SEED Unpar 2019 di Halaman Kantor Kecamatan Selaawi Rabu malam (3/7).

Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, mahasiswa ini memberikan masukan dan solusi kepada masyarakat dalam pemanfaatan limbah bambu yang biasanya di buang. Ternyata limbah bambu banyak manfaatnya. Seperti daun bambu dibikin teh atau potongan bambu untuk bahan kosmetik. “Solusi yang diberikan ini sangat membantu, khususnya dalam pengembangan ekonomi di daerahnya ini,” terangnya.

Selain solusi, kata dia, banyak rekomendasi yang diusulkan mahasiswa dalam pengembangan potensi di Kecamatan Selaawi. Mulai dari pariwisata, pertanian, peternakan dan lainnnya. “Semua rekomendasi dari para mahasiswa itu sangat berarti untuk lokal desa dan kecamatan. Perekonomian pun akan berkembang dan mendapat penguatan,” terangnya.

Sementara itu, kata dia, dengan adanya kegiatan bakti masyarakat pihaknya bisa mengenalkan alat musik tradisonal Selaawi, yakni calentung kepada mahasiswa Thailand dan Filipina.

Kanapar, salah satu mahasiswa asal Thailand mengaku suka dengan alat musik calentung. “Di Thailand tak ada celentung. Saya menyukai celentung saat pertama mendengar suaranya,” ujar wanita yang biasa dipanggil Nuni.

Ketua Panitia SEED Unpar 2019 Fernando Mulia mengatakan keberadaan mahasiswa ditujukan untuk menggali potensi lokal. Fokusnya untuk pengembangan ekonomi. “Sebelum terjun ke lapangan, mereka kami bekali materi dulu. Selain mahasiswa Unpar, kami juga undang teman-teman dari Thailand dan Filipina. Ada juga mahasiswa dari Manado,” paparnya. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.