Hafalan Hadist Online ke Syaikh Madinah

444
0
Radar Tasikmalaya BICANG RADAR. Kepala SMA Plus Nasrul Haq Tasikmalaya Arifal Madya SPd I MM (kedua dari kiri) dan Wakil Kepala Bidang Kesantrian SMA Plus Nasrul Haq Hasan Yusuf Al Hafidz (kanan) membahas program unggulan SMA Plus Nasrul Haq di Studio Radar Tasikmalaya TV kemarin (19/10).

Salah Satu Program Unggulan SMA Plus Nasrul Haq Tasikmalaya
TASIK – Sekolah Menegah Atas (SMA) Plus Nasrul Haq, Bungursari, Kota Tasikmalaya merupakan sekolah berbasis pesantren. Dengan demikian, kurikulum yang diterapkan di sekolah tersebut merupakan kolaborasi antara kurikulum pesantren dengan dinas pendidikan atau kurtilas.
Kepala SMA Plus Nasrul Haq Arifal Madya SPd I MM mengatakan sekolah berbasis pesantren merupakan program yang sudah lama dicanangkan pemerintah, sehingga di Nasrul Haq siswa ditempa untuk menjadi seorang pelanjut, bukan pengikut.
”Kalau melihat kondisi saat ini, banyak paradigma yang muncul, problematika yang muncul yang bisa membuat goyah karakter generasi muda dan anak-anak ini sangat labil sehingga butuh dibekali dengan ilmu agama di samping ilmu secara umumnya,” terang Arifal kemarin (19/10).
Dia juga menuturkan di antara program unggulan SMA Plus Nasrul Haq yang saat ini tengah dikembangkan adalah Tahfidz Alquran. Untuk masuk kelas ini, sebelumnya calon siswa dan harus memiliki target satu tahun bisa menghafal 10 juz, sehinga sekolah minimal siswa bisa hafal 10 juz.
Selain program Tahfidz Alquran juga ada program bahasa yakni bahasa Arab dan bahas Inggris. ”Untuk program bahasa ini kita setiap harinya ada muhadatsah. Yakni pemberian kosa kata bahasa Arab dan Bahasa Inggris yang kemudian diaplikasikan dalam percakapan sehari-hari oleh semua siswa,” terangnya.
Wakil Kepala Bidang Kesantrian (SMA) Plus Nasrul Haq Hasan Yusuf Al Hafidz menuturkan santrinya selain menghafal Alquran juga menghafal arti dan mengkaji tafsirnya. Sehingga santri tidak hanya hafal namun juga memahami maknanya.
Dari program tahfid Alquran ini juga tahun sebelumnya, kata dia, sudah ada santri yang berhasil menghafal 30 Juz. “Tahun ini kita tambah dengan program menghafal hadist yang merupakan hasil kerja sama langsung dengan Madinah yakni program penghafalan matan hadist-hadist atau qism mutun.
Hasan menjelaskan, program penghafalan matan hadist-hadist atau qism mutun di Tasikmalaya dilaksanakan di dua sekolah. Salah satunya SMA Plus Nasrul Haq. Sekolahnya menjadi yang pertama melaksanakan program tersebut. ”Jadi teknisnya santri menghafal matan hadist dari beberapa kitab. Kemudian disetorkan secara langsung dengan online dan bertatap muka langsung dengan syaikh di Madinah dan langsung dikoreksi atau diperbaiki jika ada yang salah,” terangnya.
Untuk program hadist ini juga ada ujiannya, dimana setelah santri selesai satu kitab matan, dibuatkan janji dengan Imam Masjid Nabawi untuk ujian lisan dan jika lulus maka dari Madinah akan secara langsung datang ke Indonesia.
Dia juga mengatakan, program hadist ini berlaku untuk semua santri di Nasrul Haq baik SMP maupuan SMA. ”Karena kita dalam satu naungan pesantren jadi ada SMP dan SMA-nya dan dari sekian banyak santri yang ada hanya 31 santri yang lulus seleksi, karena program hadist ini hanya untuk santri yang memiliki daya ingat yang kuat,” tuturnya.
Tidak hanya matan dan rowinya yang dihafalkan, untuk hadits ini juga santri menghafalkan artinya. ”Karena tujuan dari program ini adalah menanamkan karakter kepada santri, sehingga bukan hanya menghafal Alquran dan memahaminya tapi betul-betul tahu asbabunnuzul (sebab turun ayat Alquran) pasti ada asbabul wurud (sebab keluarnya hadits), karena Alquran dan hadist ini saling melengkapi tidak semua dijelaskan dalam Alquran tapi dilengkapi dalam hadits,” terangnya.
Hasan berharap dengan tambahan program ini bisa tertanam nilai juang, bangkit, belajar dan beramal ikhlas pada santrinya. Memiliki semangat untuk berjuang, belajar dan mengamalkan ilmu secara ikhlas pada masyarakat. (ais)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.