Hanya 30% Warga Pangandaran yang Tahu Tahapan Pilkada

83
0
SOSIALISASI. Peserta mengikuti kegiatan sosialisasi Pilkada yang diselenggarakan KPU Kabupaten Pangandaran Kamis (22/10).
SOSIALISASI. Peserta mengikuti kegiatan sosialisasi Pilkada yang diselenggarakan KPU Kabupaten Pangandaran Kamis (22/10).

PANGANDARAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran menyebutkan, untuk men­dongkrak partisipasi pemilih di era Pandemi Covid -19 dirasa cukup berat.

Ketua KPU Kabupaten Pangandaran Muhtadin mengatakan bahwa pihaknya menggandeng kepala desa dan camat untuk bersama-sama menyosialisasikan Pilkada Pangandaran, untuk ikut mendongrak partisipasi masyarakat dalam pemilihan kali ini.

“Sesuai pasal 16 ayat 3 PKPU 8 tentang sosialisasi dan pendidikan pemilih, KPU bisa bekerja sama dengan instansi pemerintah dalam sosialisasi dan pendidikan pemilih,” katanya kepada Radar, Kamis (22/10).

Ia mengaku masih ada masyarakat yang bahkan belum tahu tahapan Pilkada 2020. “Menurut data yang dikeluarkan lembaga survey di bulan Juli lalu, baru 30 persen yang tahu tahapan Pilkada dan itu hal yang wajar karena ada perubahan jadwal,” terangnya.

Namun ia tetap optimis sampai nanti waktu pencoblosan angka partisipasi akan naik bahkan melebihi target. “Kalau melebihi 77 persen saya yakin kita bisa,” katanya.

Baca juga : Rp80 M Anggaran Covid-19 di Pangandaran, APSI Pertanyakan Ini..

Kata dia beberapa hambatan dalam mendongkrak partisipasi ini tentu saja aturan-aturan yang membatasi berbagai kegiatan.

“Tantangan kita jelas, untuk tatap muka sekarang dibatasi, refocusing (pengalihan, Red) anggaran untuk APD dan lain-lain, jelas memberatkan kita,” terangnya.

Tapi dirinya tetap optimis, baik itu peningkatan partisipasi dan tahapan penyelenggaraan akan berjalan dengan baik. “Kita harus bekerja keras untuk menghasilkan penyelenggaraan yang sukses, jujur dan adil,” katanya.

Sementara itu Pjs Bupati Pangandaran Dani Ramdan mengatakan bahwa peran Pemkab sendiri saat ini menjelaskan tahapan dan juga waktu pelaksanaan pencoblosan Pilkada Pangandaran.

“Kita tetap pada koridor kita, menyampaikan tahapan saja, tidak masuk dalam kampanye dan jelas itu sangat dilarang keras,” terangnya.

Kata dia, penerapan protokol kesehatan saat tahapan ini juga harus disampaikan, karena mereka tidak mau ada klaster baru di Pilkada Pangandaran. “Pilkada ini juga harus sehat,” jelasnya. (den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.