Hanya Ada 5 Ruang Isolasi, Tim Crisis Center Covid-19 Kota Tasik Cari Lokasi Lain

328
3
dr Uus Supangat Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya

KOTA TASIK – Juru Bicara Tim Crisis Center Covid-19 Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan, jika masih terjadi lonjakan Pasien dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 (corona), pihaknya telah memperhitungkan tempat lain untuk dijadikan lokasi karantina.

Pasalnya hingga kini Kota Tasik baru ada 5 ruangan isolasi. Yaitu 2 ruangan isolasi Covid-19 di RSUD dr Soekardjo, 2 ruangan isolasi Covid-19 di RS TMC dan 1 ruangan isolasi Covid-19 di RS Jasa Kartini.

“Semalam saya dengan pimpinan daerah telah berdiskusi panjang lebar untuk mengantisipasi semua ini,” katanya kepada radartasikmalaya.com Jumat (20/03) pagi saat ditemui di rumahnya.

“Karena bagaimanapun juga ini semua harus segera ditangani sampai pada 1 kesimpulan apabila terjadi lonjakan yang sangat tinggi kita akan mempersiapkan tempat alternatif (tambahan ruangan isolasi) lainnya untuk menampung pasien Covid-19 ini,” sambungnya.

Terang dia, alternatif tempat itu pihaknya akan mencari rumah sakit swasta akan dijadikan center crisis Covid-19.

“Kita sekarang sedang mencari tempat itu,” terangnya.

Loading...

Namun, tambah dia, sebetulnya tempat-tempat pilihan tersebut sudah ada.

“Kita tinggal melakukan pembicaraan apabila kita akan menggunakan rumah sakit yang kita pilih,” tambahnya.

Tapi, pihaknya juga tak bisa mengabaikan pasien penyakit lainnya di rumah sakit tersebut, apabila hasil analisis terakhir rumah sakit-rumah sakit yang ada di Kota Tasik tak ada satupun yang bisa dijadikan crisis center ini.

“Maka sudah kita pertimbangkan lokasi lainnya dengan alternatif fasilitas atau tempat yang memang bisa dijadikan penampung warga yang terpapar Covid-19. Ya biasanya yang punya banyak kamar itu ya bisa pertimbangkan hotel atau asrama lainnya,” jelasnya.

Tukas dia, alternatif lokasi ini pastinya sudah dibicarakan pihaknya di tim crisis center.

Dan hal ini tentu dari pemerintah akan mengambil langkah cepat supaya secepatnya mendapatkan tempat alternatif untuk penanganan covid-19.

“Karena mengingat yang ditangani rumah sakit dan puskesmas tak hanya soal covid ada pasien lainnya dan jenis penyakit lainnya,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.