Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.4%

0.9%

60.8%

2.3%

0.2%

4.4%

19.6%

11.4%

0%

0.1%

0%

0%

Harga Bahan Baku Tinggi dan Persaingan Ketat, Perajin Dodol Cina di Kota Tasik Tetap Jaga Kualitas Rasa

99
0

KOTA TASIK – Akibat terpaan kenaikan bahan baku, para perajin Kue Keranjang khas Imlek dodol Cina yang juga dikenal Jawadah Korang (dalam bahasa Sunda) di Kota Tasikmalaya, mengurangi produksinya.

Ini sebagai dampak dari melonjaknya harga bahan baku berupa beras ketan dan gula pasir sebagai bahan pokok pembuatan kue tersebut.

Meski demikian, ke khasan rasa penganan yang muncul setiap satu tahun sekali ini masih dijaga oleh para produsen.

Selain itu, penurunan jumlah produksi juga diakibatkan karena perajin kue keranjang kini marak di berbagai kota.
Sehingga membuat persaingan semakin ketat.

Mensen (55), adalah salah satu perajin kue keranjang di Kota Tasik yang masih eksis memproduksinya per tahun 1 ton.

Dia mengaku, untuk tahun ini ia terpaksa mengurangi jumlah produksi kue dari tahun sebelumnya.

Pada perayaan Imlek tahun lalu, kata dia, ia masih mampu memproduksi kue ini sebanyak 1,5 ton.

Tapi pada musim imlek tahun ini produksinya ia turunkan atau hanya memproduksi 1 ton.

“Rasa dan kualitas masih kami jaga. Kami masih menjaga cara pembuatannya. Karena ini turun-temurun dari nenek saya. Dijual per bungkus Rp 35 ribu,” ujar Mensen kepada radartasikmalaya.com, Kamis (23/1) sore.

Terang dia yang ditemui di tempat produksinya di Jalan Selakaso, Kecamatan Cihideung, saat ini kue dagangannya itu kebanyakan melayani pesanan.

Apalagi saat menjelang Imlek ini, banyak pembeli yang berdatangan ke tokonya.

Menurut dia, rumah produksinya tidak berani menurunkan kualitas kue keranjang buatannya karena takut mengecewakan para pelanggannya.

Terlebih secara kepuasan hati, dirinya memproduksi kue yang kurang enak dengan mencampur bahan lain membuatnya tak tenang.

“Kue keranjang ini tahan lama hingga satu tahun, bisa dikreasikan dengan digoreng atau dimakan langsung. Agar cepat lepas pembungkusnya pastinya cukup dengan membasahi tangan kita dan mengusapnya pada kemasan kue,” bebernya.

Mensen menambahkan, kue keranjang buatannya ini tetap banyak dipesan para pelanggannya khususnya di Kota Tasikmalaya.

“Yang pesennya kebanyakan untuk keluarga. Proses pembuatannya sekitar 14 jam. Usaha ini telah turun temurun di keluarga,” tambahnya.

Sementara itu salah seorang pembeli, Deni Agustin (50) menuturkan, dirinya tetap setia membeli dodol Cina ini dari Mensen karena rasanya khas dan enak.

“Tak seperti di tempat lain. Saya setia dengan kue buatan Mensen ini. Dari zaman kakek dan ayah saya selalu membelinya di sini” tuturnya.

Jelas dia, apalagi saat menjelang Imlek ini, dirinya memesan 15 kilogram kue itu dari Mensen.

” Ya untuk dibagikan ke kerabat dan tetangga saat Imlek. Karena kue buatan Mensen ini tak pernah berubah rasanya sejak zaman kakek saya membelinya,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.