Harga Batu Bara Turun, Ini Kata Kadin

19

SAMARINDA – Harga batu bara acuan (HBA) untuk Februari 2019 ditetapkan sebesar USD 91,80 per metrik ton.

Harga tersebut mengalami penurunan bila dibandingkan HBA beberapa bulan sebelumnya.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kaltim Bidang Logistik Sevana Podung mengatakan, penurunan tersebut masih dalam batas wajar.

Pasalnya, masih tergolong aman dibanding penurunan tajam yang terjadi pada 2010 hingga 2015. Ia pun memastikan tidak akan memberikan dampak negatif pada perekonomian.

“Penurunan saat ini masih fluktuatif dan tidak memberikan dampak negatif terhadap perekonomian. Sebab masih ada beberapa bulan untuk mengalami perbaikan harga,” katanya.

Dirinya menilai, untuk kembali memiliki harga yang baik seperti 2010 sangat sulit. Karena produksi dan permintaan juga menurun.

Namun, saat ini industri ini tengah merangkak naik walaupun tidak diimbangi dengan produksi yang meningkat.

“Kita terpengaruh oleh kondisi dunia, soal keamanan lingkungan. Ini menjadi persoalan. Ini membuat kita kesulitan untuk mencari pasar baru, sehingga produksi tidak maksimal,” katanya.

Untuk pasar baru, misalnya Amerika Serikat dan Eropa, batu bara sulit masuk karena terkait regulasi lingkungan yang ketat. Yang paling longgar untuk urusan lingkungan hanyalah India dan Tiongkok.

Makanya saat ini ekspor Kaltim masih menuju dua negara tersebut. “Pemerintah kita masih lemah, yang kualitas rendah aja dijual. Karena, yang penting ekspor,” ungkapnya.

Dia mengatakan, sejauh ini dampak ikutan kepada mikro ekonomi pendamping batu bara tak sepenuhnya mengkhawatirkan. Meski diakuinya bahwa pengusaha pasti menahan jumlah produksinya, dalam volume yang tidak banyak.

“Ke depan, solusi kebijakan DMO (domestic market obligation) atau penyerapan untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri cukup memberi harapan,” tuturnya.

(*/ctr/ndu/k15/jpnn/pojoksatu)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.