Harga Bawang Merah Anjlok, Petani Merugi

223
0
Loading...

BAYONGBONG – Petani bawang merah di Kabupaten Garut merugi. Hal itu karena harga bawang di tingkat petani anjlok.

Dedi (35), salah satu petani bawang merah di Kecamatan Bayongbong mengatakan anjloknya harga bawang di petani lokal sudah terjadi pada dua musim panen. Akibat anjloknya harga, dirinya beserta petani bawang merah di wilayahnya mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Menurut Dedi, saat ini harga bawang merang dibanderol Rp 6.000 sampai Rp 7.000 per kilogramnya. “Kalau harga normal pengepul membeli bawang dari petani itu Rp 15.000 sampai Rp 20.000 perkilonya,” terangnya Rabu (30/1).

Dedi menerangkan turunnya harga bawang merah di tingkat petani disebabkan berbagai faktor. Salah satunya pasokan bawang lokal melimpah akibat panen terjadi di mana-mana. “Ini akibat petani banyak yang latah, menanam bawang karena harganya bagus. Jadi ketika panen stok melimpah dan harga otomatis turun,” terangnya.

Faktor lain yang menyebabkan harga bawang anjlok, kata dia, masuknya bawang dari luar Kabupaten Garut, seperti Brebes dan Malang. Bawang dari dua wilayah ini terkenal murah, sehingga memengaruhi bawang asli Garut. “Ini sangat berpengaruh kepada petani di Garut,” terangnya.

Hal senada dikatakan Erwin (45), petani bawang lainnya. Menurut dia, kerugian akibat anjloknya harga bawang di petani sangat terasa. “Kalau dirata-ratakan, para petani bawang merah di Bayongbong mengalami kerugian puluhan juta,” terangnya.

Kerugian ini karena harga jual tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan ketika menanam bawang. “Biaya operasionalnya tidak sebanding dengan harga jualnya, terutama harga pupuk yang begitu tinggi,” terangnya.

Loading...

Maka dari itu, dirinya berharap pemerintah kabupaten bisa membantu kesulitan para petani bawang. “Kalau harga seperti ini terus saya yakin petani di Bayongbong kapok menanam bawang, karena harganya murah,” katanya.

Suryadi (35), salah seorang penjual bawang di Pasar Induk Garut mengakui harga bawah sedang mengalami penurunan karena stok melimpah. “Banyak yang ngirim, dari mana-mana. Jadi murah,” terangnya.

Dia menerangkan bawang merah asli Garut saat ini mulai tersisihkan. “Konsumen banyak yang beli dari luar, karena harganya murah kualitasnya juga bagus,” terangnya. Menurut dia, saat ini harga bawang baik lokal Garut maupun dari luar kota hanya dibandrol Rp 10 ribu perkilogramnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.