Harga Cabai dan Emas Picu Inflasi Juli

15

TASIK – Inflasi Kota Tasikmalaya bulan Juli 2019 tetap terkendali. Secara bulanan tercatat 0,19%, lebih rendah dari inflasi Provinsi Jawa Barat yang sebesar 0,39% dan nasional 0,31%.

Angka tersebut juga lebih rendah dibandingkan inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 0,28% dan rata-rata historis inflasi bulan Juli pada 3 tahun sebelumnya yang sebesar 0,22%.

Dengan perkembangan tersebut, inflasi tahunan tercatat 1,65% (yoy) dan inflasi tahun berjalan sebesar 1,73% (ytd).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Heru Saptaji mengatakan, tekanan inflasi terutama berasal dari kenaikan harga cabai rawit (andil 0,099%) dan cabai merah (andil 0,050%) akibat terbatasnya pasokan.

Fluktuasi harga cabai pada tahun 2018 serta penurunan harga pada awal tahun 2019 menyebabkan banyak petani beralih menanam sayuran jenis lain. “Selain itu, musim kemarau juga menyebabkan hasil panen cabai pada akhir Juni tidak setinggi perkiraan,” katanya.

Kondisi serupa juga terjadi di wilayah lainnya di Indonesia, sehingga selain dari sumber lokal, sumber pasokan yang biasanya didatangkan dari daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah pun berkurang.

Selanjutnya, kenaikan harga emas perhiasan juga turut menyumbang inflasi (andil 0,036%), sebagai dampak dari meningkatnya harga emas dunia sehubungan dengan emas menjadi komoditas penyimpan nilai yang dianggap paling stabil di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Namun tekanan inflasi yang lebih tinggi masih tertahan oleh penurunan harga beberapa komoditas sehubungan dengan normalisasi harga pasca Idul Fitri, terutama angkutan antar kota, bawang merah, bawang putih, ikan mujair dan daging ayam ras.

“Penurunan harga bawang merah juga didorong oleh panen raya di daerah sentra seperti Brebes, Nganjuk dan Probolinggo sehingga jumlah penawaran melebihi permintaan. Pasokan bawang putih juga masih tercukupi dengan telah masuknya impor,” katanya.

Dalam rangka pengendalian inflasi, berbagai forum koordinasi telah dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan menekankan pada pentingnya upaya untuk memitigasi dampak dari kenaikan harga komoditas pangan strategis, terutama cabai merah dan cabai rawit.

Kegiatan koordinasi dilakukan pada level daerah maupun antar daerah melalui High Level Meeting TPID Se Priangan Timur, serta melalui Rakornas TPID Nasional. (rls/na)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.