Harga Cabai di Kota Tasik Mulai Naik

63
0
radartasikmalaya.com
Pedagang cabai di Pasar Cikurubuk sedang bertransaksi, Jumat (08/01) siang. rezza rizaldi / radartasikmalaya.com
Loading...

TASIK – Berbagai kebutuhan masyarakat seperti cabai saat ini tengah mengalami lonjakan kenaikkan di Kota Tasik.

Harga cabai cengek caplak merah, caplak hijau dan cabai domba, mengalami kenaikan yang signifikan atau lebih dari 10 persen.

Kenaikan harga cabai ini kabarnya telah terjadi sejak pertengahan bulan Desember 2020, dan memasuki minggu pertama di awal Januari 2021.

Adanya kenaikan itu harga cabai tersebut yakni Rp70 ribu untuk cabai merah caplak yang awalnya hanya Rp 40 ribu.

Cabai rawit domba Rp 75 sampai Rp80 ribu yang awalnya Rp50 ribu.

loading...

Sedangkan untuk cabai caplak merah Rp55 ribu yang awalnya hanya Rp40 ribu.

Kepala Bidang Pangan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tasik, Enung Nurteti mengatakan, kenaikan harga cabai ini sudah terjadi sejak dua minggu lalu sebelum masuk tahun baru sampai saat ini.

“Untuk penyebab keniakan harga karena cuaca buruk dan musim hujan,” katanya kepada radartasikmalaya.com, Jumat (08/01) siang.

Terang dia, dengan adanya musim hujan maka mengakibatkan cabai gagal panenan, karena pada musim penghujan cabai biasanya rentan terhadap penyakit.

“Akibatnya stok cabai sedikit, permintaan banyak. Dengan itu berimbas terhadap kenaikan harga,” terangnya.

Tambah dia, untuk kebutuhan cabai cengek ini biasanya di pasok dari luar daerah kebanyakan, karena bila hanya di pasok dari daerah sendiri tidak akan mencukupi.

Karena, melihat Kota Tasik ini merupakan pusat distribusi yang permintaannya tidak hanya masyarakat lokal dan juga dari masyarakat daerah tetangga.

“Makanya di pasok dari daerah lainnya seperti Blitar, Majalengka dan daerah lainnya,” tambahnya.

Jelas dia, kenaikan harga capai itu di prediksi akan berlangsung sampai akhir musim penghujan, mengingat cabai akan mudah busuk dan gagal panen bila musim hujan ini.

“Itu sebagai konsekwensinya sebuah kota yang menjadi pusat distribusi, tidak akan cukup meksi membudidayakan sendiri,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.