Harga Cabai Domba Melejit

32
0
PANTAU HARGA. Kepala UPTD Pasar Induk Cikurubuk Augus berbincang dengan pedagang di Pasar Induk Cikurubuk Senin (19/8). Ujang Nandar / Radar Tasikmalaya

TASIK – Musim kemarau empat bulan belakangan ini berdampak terhadap harga sayuran di Pasar Induk Cikurubuk. “Dampaknya memang sudah terasa dengan naiknya harga beberapa sayuran. Khususnya cabai,” kata Kepala UPTD Pasar Induk Cikurubuk Augus di kantornya Senin (19/8).

Menurut dia, hasil monitoring sayuran yang mengalami kenaikan yakni kangkung dan sausin, yang paling menonjol yakni pada komoditas cabai. “Yang paling mahal itu yakni cabai jenis domba yang mencapai harga Rp 80-90 ribuan,” katanya.

Penyebab kenaikan harga cabai itu, kata ia, dampak dari musim kemarau panjang. Padahal tanaman cabai memerlukan air yang cukup. “Di musim kemarau ini tanaman cabai banyak yang mati, banyak yang gagal panen,” ujarnya.

Selain itu, kebutuhan akan cabai di Kota Tasikmalaya cukup tinggi, mengingat Kota Tasikmalaya merupakan kota kuliner. “Kebutuhan cabai di Kota Tasikmalaya ini 5 sampai 6 ton setiap harinya. Kebutuhan tinggi, stok kurang jadi harga naik,” katanya.

Selama ini, untuk memenuhi kebutuhan cabai di pasar Induk Cikurubuk itu dikirim dari daerah Majalengka, Garut dan Kabupaten Tasikmalaya. “Walau sebagian ada yang dari Kota Tasikmalaya, namun jumlahnya tidak begitu banyak. Ini harus jadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk meningkatkan produksi cabai,” katanya.

Augus menjelaskan, hasil monitoring sampai hari Senin (19/8) harga cabai rawit Rp 30-35 ribu perkilogram, cabai caplak merah dan hijau Rp 50 ribu, cabai lokal Rp 50 ribu sedangkan untuk cabai domba yakni Rp 80-90 ribuan. “Harganya memang relatif, tergantung pedagangnya,” ujarnya.

Meski beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, berbeda dengan komoditas lainnya yang malah turun harga yakni bawang dan kentang. “Memang komoditas bawang ini cocok ditanam pada musim kemarau,” jelasnya.

Ia berharap, ada solusi untuk kenaikan harga cabai itu. “Harapan kami ada solusinya, jangan sampai saat musim kemarau ini harga cabai meningkat seperti saat ini,” katanya.

Salah satu pedagang Wati (25) mengatakan, di musim kemarau ini tanaman cabai banyak yang mati kekeringan. “Sehingga hasil panen sedikit, mau tidak mau harga akan naik karena kebutuhan tinggi,” katanya.

Ia mengaku menjual cabai lokal Rp 50 ribu, cabai rawit Rp 30-35 ribu, cabai caplak Rp 50 ribu. “Yang paling mahal memang cabai domba, karena banyak peminatnya harganya sampai Rp 90 ribuan,” katanya. (ujg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.