Beranda Banjar Harga Cabai Naik, Sidak ke Pasar

Harga Cabai Naik, Sidak ke Pasar

38
0
BERBAGI

BANJAR – Harga cabai rawit merah di Pasar Ageung Kota Banjar yang mencapai Rp 70 ribu per kilogram (kg) beberapa hari ini membuat Dinas KUKMP dan Industri Kota Banjar turun tangan. Mereka melalui Bidang Perdagangan mengecek langsung ke para pedagang terkait mahalnya harga cabai rawit merah.

“Kami hari ini (kemarin, Red) menurunkan petugas ke pasar untuk mengecek langsung harga cabai rawit merah, laporan memang benar harganya di kisaran Rp 70 ribu per kg,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas KUKMP Kota Banjar Mamat Rahmat di ruang kerjanya Senin (12/3).

Menurutnya, dari hasil penuturan para pedagang sayuran di Pasar Ageung, malonjaknya harga cabai secara signifikan ini diakibatkan karena cuaca buruk. Stok dari pemasok juga sedikit. “Harga dari pemasok juga sudah tinggi. Jadi pedagang juga menjualnya tetap harus ada untung. Jadi untuk mahalnya harga cabai rawit merah ini faktor musim hujan, di petaninya banyak cabai banyak yang busuk dan gagal panen,” katanya.

Meski demikian, pihaknya tetap mengawasi kenaikan harga cabai ini secara berlanjut. Karena tidak menutup kemungkinan ada permainan harga dari pemasok. “Ya melihat kondisi musim hujan kan sudah biasa ya untuk sayuran ini banyak yang busuk, permintaan meningkat tapi produksi sedikit, jadi harganya melonjak. Kami mengkaji dari faktor cuaca dulu, kemudian menelusuri apakah ada pasokan yang tersendat sehingga memengaruhi kenaikkan harga,” ucapnya.

Menurutnya, cabai dipasok dari daerah luar. Petani lokal belum mempu mencukupi kebutuhan Pasar Ageung dan pasar-pasar di kecamatan. “Sayuran terutama cabai dipasok dari luar daerah, kebanyakan dari Jawa Tengah,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi kenaikan yang terus meningkat, Rahmat akan berkoordinasi dengan dinas terkait seperti Dinas Pertanian dalam memaksimalkan potensi cabai produksi lokal. Selain itu, dia juga akan menelusuri pemasok dari wilayah lain yang harganya relatif masih normal. “Kita akan coba cari pemasok dari darrah lain, semoga ada dan harganya tidak ikut naik. Kalau normalnya kan harga cabai di pasaran berkisar Rp 35 ribu sampai Rp 38 ribu per kg,” akunya.

Ia menambahkan mahalnya harga cabai hampir tiap tahun terjadi. Tahun lalu, harga bumbu dapur ini juga naik hingga Rp 80 ribu per kg. “Faktor cuaca berpengaruh. Harganya fluktuatif,” katanya.

Ia menambahkan untuk data berapa jumlah kebutuhan cabai rawit merah se-Kota Banjar belum ada datanya. selain itu data transaksi cabai rawit merah ini juga belum tercatat di Dinas KUKMP. “Belum ada untuk data itu,” katanya.

Pedagang sayuran di Pasar Ageung Nurjanah mangatakan sudah hampir sepekan harga cabai rawit merah naik hingga Rp 70 ribu per kg. Kenaikannya cukup drastis, sekali naik selisihnya Rp 5 ribu. “Ini dari pemasoknya bisa naik lagi kalau stoknya semakin sedikit,” kata dia.

CEPAT BUSUK
Edi, pedagang sayuran lainnya di Pasar Ageung mengatakan saat musim hujan juga berpengaruh terhadap kualitas cabai. Cabai hanya bertahan dua hari saja kemudian membusuk. “Iya risikonya begini kalau musim hujan, cepat membusuknya. Makanya kami pedagang memotong batangnya yang sudah keliatan mulai layu, karena jika tidak dipotong, ini besok pagi sudah busuk,” katanya.

Ia mengatakan dilema ketika menghadapi kondisi seperti ini. Harga cabai yang sudah meroket dari pemasoknya tetap harus ia jual meski dengan kondisi sudah mulai membusuk. “Mahal karena stoknya sedikit, rebutan lah,” akunya. (mg4)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.