Harga Cabai Rawit Berangsur Turun

235
0
MENATA CABAI. Pedagang sayuran Pasar Induk Cikurubuk Asep (49) sedang merapikan cabai merah, Minggu (8/9). FATKHUR RIZQI / RADAR TASIKMALAYA

MANGKUBUMI – Sejak empat hari lalu, harga cabai rawit dan keriting merah berangsur turun di Pasar Induk Cikurubuk. Dari sebelumnya Rp 70.000 per kilogram menjadi Rp 55.000 per kilogram.

Hal tersebut diungkapkan pedagang sayuran Pasar Induk Cikurubuk, Asep (49). Menurut dia, meskipun harganya sudah berangsur turut, nominal Rp 55.000 per kilogram itu masih terlalu mahal sehingga daya beli masyarakat masih kurang. “Mestinya kisaran Rp 30.000 sampai Rp 35.000 (per kilogram, Red.),” kata dia kepada Radar, Minggu (8/9).

Meski sudah turun, Asep justru memprediksi ke depan harga cabai akan naik lagi. Karena di musim kemarau ini pendistribusian cabai dari Jawa Tengah dan Jawa Barat masih relatif kurang. “Kalau cabai mengalami kelangkaan baik di petani dan pengepul sayuran nanti ke pasar pun sedikit, sedangkan ketika kebutuhan cabai di sini peminatnya tinggi, akan mengalami kenaikan harga. Namun, kalau cabainya mahal tidak akan laku,” ujar dia.

Berbeda dengan rawit dan keriting, harga cabai domba justru masih relatif mahal. Pedagang sayuran lainnya Jaja (70) menyebutkan, cabai domba mencapai Rp 75.000 per kilogram padahal pada awal September masih Rp 70.000 per kilogram. “Cabai domba dua hari ini naik harganya, langsung Rp 5.000 per kilogram,” katanya.

Rina (30), seorang pembeli sayur mayur di Pasar Induk Cikurubuk berharap, harga cabai bisa terus ditekan agar terjangkau oleh masyarakat. (mg1)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.